Zulkifli ‘Penampung’ Caleg Titipan

Zulkifli ‘Penampung’ Caleg Titipan
Zulkifli Hasan dan Rhoma Irama. (MPR.go.id)
2 minute read

“Kami menitipkan kader-kader kami di PAN karena visi, misi, dan platform kami sama. Calon legislatif dari Partai Idaman bisa maju melalui PAN dengan syarat menjadi kader terlebih dahulu.” ~ Rhoma Irama


PinterPolitik.com

Perjalanan Partai Idaman begitu pelik dan pilu. Karena mau tak mau, nasib partai besutan Rhoma Irama ini tak menjadi peserta Pemilihan Umum (Pemilu) 2019.

Tak mengapalah, masih ada kesempatan di Pemilu 2024, Rhoma dan seluruh kadernya harus sabar nunggu lima tahun lagi untuk bermain dalam laga yang sebenarnya.

Yang dibutuhkan hanyalah ketabahan dan kesabaran, karena kalau dua hal ini tak dimiliki Partai Idaman, ia akan tergerus dan termakan zaman.

Mungkin ada obrolan para politikus pas nantinya akan mendaftar lagi di 2024. Ehh perasaan dulu ada Partai Idaman deh, kemana ya?

Kan masih ada kesempatan, kok malah disia – siakan. Politikus lainnya menyahuti, ya kan butuh kesabaran dan ketabahan, bosan kali nunggu lima tahun, weleeeh weleeh.

Tapi Rhoma Irama tak mau menunggu dan berdiam diri saja menerima nasib tak menjadi peserta Pemilu 2019. Ia memutar otak bagaimana tetap ikut andil dalam panggung politik.

Jadi bintang tamu kampanye? Berperan jadi penyanyi dangdut? Waduh, kalau itu sih ga usah jadi politikus dan mendirikan partai, ehmm, kan sehari – hari juga memang kerjaannya bernyanyi.

Maksudnya apa langkah politik Partai Idaman, kan udah tahu nih ga lolos jadi peserta Pemilu 2019, lalu dibawa kemana? Mau nunggu lima tahun lagi? Weleeeh weleeeh.

Oh tidak bisa nunggu begitu, uhuuuy, Rhoma Irama akhirnya membuat langkah politik yang mengejutkan dengan menggabungkan diri bersama Partai Amanat Nasional (PAN). Emangnya PAN mau nampung ya? Itulah kehebatan Rhoma, uhuuukk uhuuukk.

Istilahnya, Rhoma sudah capek – capek mendirikan partai, akhirnya dijadikan sekoci PAN ya? Uppsss, tapi dengan syarat kader Partai Idaman jadi calon anggota legislatif yang diusung oleh PAN.

Boleh saja sih, PAN menerima tapi syaratnya kader Partai Idaman harus jadi kader PAN dulu.

Ahhh syudahlah, mau tak mau memang begitu. Jadi calon anggota legislatif dari PAN nantinya tidak ‘murni’ kader ideologis PAN tapi ada kader ‘cabutan’ dari Partai Idaman juga dong? Ehmm, iya iya.

Tapi Rhoma Irama harusnya ga puas begitu aja, masa mau nebeng terus. Makanya kalau kata Benjamin Franklin, bagi orang yang tidak puas, tidak ada jabatan yang gampang.

Manfaatkan mumpung nebeng, siapa tau 2024 bisa nyalon dari partainya sendiri. Uppss, itu juga kalau lolos, weleeeh weleeh. (Z19)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here