Zulkifli Kritik 100 Pendekar Jokowi

Foto : Istimewa
3 minute read

“Lebih baik untuk tetap diam dan dianggap bodoh, daripada banyak bicara dan menghapus semua keraguan.”


PinterPolitik.com

Pasangan bakal capres-cawapres Jokowi-Ma’ruf Amin dikabarkan telah menunjuk 100 orang juru bicara atau jubir untuk tim pemenangannya di Pilpres 2019 nanti. Dikabarkan juga kubu sebelah, yakni Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, tidak akan mengikuti langkah itu.

Hmmm, tumben ya kok enggak diikutin. Eh tapi kalau dilihat-lihat gengs, yang sukanya ngikutin itu kubunya Jokowi ya? Lah, kok tanya kenapa? Weleh-weleh.

Coba aja ingat gengs di Pilpres tahun 2014 lalu yang dipenuhin gerombolan milenial zaman old siapa? Nah sekarang yang dipenuhi milenial zaman old siapa? Udah gitu yang kemarin yang mainin isu agama siapa? Nah sekarang yang akhirnya mau gunain isu agama siapa? Wkwkwk.

Pake segala bawa-bawa jadi imam di Masjid lagi! Wkwkwkwk, udah kali gengs bahas yang kayak gitu. Mending bahas tuh masalah yang berdampak dan berguna gitu untuk berbagai kalangan. Masa sih negara lain sudah ngomongin gimana caranya tinggal di planet Mars, kita masih sibuk bicarain soal politik identitas. Weleh-weleh.

Oh iya gengs balik ke topik ya, menurut Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan, kubunya tidak membutuhkan jumlah yang terlalu besar untuk posisi jubir di tim pemenangan seperti yang dilakukan kubu Jokowi. Kecuali untuk posisi juru kampanye.

Mereka yakin  tidak perlu terlalu banyak jubir, sehingga saat kampanye tidak akan terlalu banyak yang nyinyir wkwkwkwk. Maksudnya gengs, kalau juru kampanye boleh banyak, kalau jubir dibuat terbatas.

Intinya gengs menurut Ketua MPR itu, banyaknya jubir dalam tim pemenangan justru bisa menghambat penyampaian informasi yang akurat. Sebab akan sulit membuat 100 orang satu suara dalam waktu singkat. Jika jubirnya 100 l ebih, banyangin deh ngomong semua apa nggak. Satu dangdut, satu pop, satu keroncong. Banyak sekali itu, kalah tuh backing vocal Kangen Band. Hiks hiks.

Di luar itu gengs Zulhas juga menerangkan bahwa pasangan Bosan alias Prabowo Subianto-Sandiaga Uno saat ini masih menyusun struktur tim pemenangan. Setelah cucok meyong, mereka akan lanjutkan dengan pemilihan ketua timses beserta jabatan lainnya.

Eh, kepo nih, siapa ya yang akan jadi ketua timsesnya? Hmmm, yang pasti sih gengs, ketuanya bukan Grace Natalie atau Tsamara Amani kok. Walaupun kecewa karena Jokowi pilih Kiai Ma’ruf, mereka tetap setia sama Jokowi. Upss wkwkwk.

Gengs, terakhir nih eyke mau kasih ungkapan keren dari Adolf Hitler, semoga bisa mengilangkan rasa kecewa kalian-kalian yang kurang setuju dengan pilihan Jokowi ya:

Kita kecewa dalam hidup ini, karena kita selalu menaruh diri kita di bawah, dan selalu menilai kebahagiaan orang menurut penilaian kita dari apa yang kita lihat.(G35)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here