Zulkifli Hasan Bela Tukang Gempur

amien rais gempur kpu
Zulkifli Hasan. (Foto: Serambi Islam)
2 minute read

“Demokrasi bukan hanya kotak suara semata. Kita harus berdiri di pihak mereka yang mencari kehidupan lebih baik.” ~Barack Obama


PinterPolitik.com

Pemilu 2019 belum dimulai, tapi udah ada yang ngancem akan mengundurkan diri sampai mau menggempur KPU lagi. Gokil gaes. Pemilu itu emang harus gondok-gondokan begini ya? Haduuuhh.

KPU ini tuh lagi jadi bulan-bulanan kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Diancam mulu. Dituduh curang. Bahkan katanya mau didatangi Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais. Mau dilindas kalau terbukti curang.

Waahh, ngomong-ngomong mau lindas KPU pakai apa itu ya? Hehehe.

Juru bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin, Irma Suryani mengaku heran dengan ancaman Mbah Amien tersebut. Kok kalimatnya nggak mendidik banget ya? Gitu pikirnya.

Kalau kata Irma, Mbah Amin ini kan sudah sepuh, tapi bicaranya seperti preman. Irma menduga politikus senior PAN tersebut sedang berupaya mendelegitimasi KPU. Bahkan ucapan gempur KPU dikatakan sebagai episode lanjutan drama hoaks surat suara tercoblos.

Hmmm, Mbah Amien ini emang paling unik dalam mengkritik. Biasanya orang mengkritik sambil ngasih masukan, kalau dia sambil ngajak berantem. Unik kan? Hehehe.

Kritik itu hendaknya membangun. Jangan nyinyir tak ada isi. Hehehe. Click To Tweet

Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan menilai kalau ucapan Amien Rais yang dibilang preman itu hanya upaya memberikan peringatan kepada KPU agar independen, transparan, dan adil dalam Pemilu 2019. Peringatan itu dianggap penting, biar apa? Biar legitimasi Pemilu tetap terjaga.

Ish, ish, ish, Pak Zulhas ini paling bisa deh kalau membela besan. Uwhh romantis. Tapi harus ingat juga loh, kalau nyinyiran Amien Rais bisa memberi dampak elektoral yang buruk buat PAN. Itu kata survei LSI sih ya. Kalau mau nggak percaya juga nggak apa-apa. Karena yang nomor satu itu percaya kepada Tuhan Yang Maha Esa. Edededeh…

Tapi di balik pembelaan Zulhas atas pernyataan Amien Rais, kalau diresapi baik-baik, sesungguhnya ada benarnya juga. KPU itu harus benar-benar melaksanakan tugas sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku, biar terjaga legitimasinya.

Zulkifli mengatakan, nggak cuma KPU, Bawaslu dan aparat keamanan juga perlu ingat akan aturan yang berlaku. Profesional. Karena legitimasi itu terlalu mahal harganya.

Yaaa, bagaimanapun Pemilu ini akan menunjukkan perilaku profesionalitas penyelenggara pemilu dalam menjalankan tugasnya. Kalau sampai terbukti curang, kepercayaan rakyat bisa luntur, terus gimana dengan nasib demokrasi kita? (E36)