Zono Si Bola Liar

Zono Si Bola Liar
Prabowo Subianto dan Fadli Zon di Jordania
3 minute read

Beberapa waktu lalu, Prabowo Subianto mengatakan kalau ia tidak mampu “mengendalikan” Fadli Zon. Walhasil, si Zono pun menjadi bola liar.


PinterPolitik.com

“Wakil Ketua DPR Fadli Zon ini penuh kontroversi. Memang demokrasi butuh kontroversi, asal damai dan tenteram.” ~ Prabowo Subianto

Siapa sih yang enggak kenal dengan Fadli Zon? Sepertinya hampir tiap hari Wakil Ketua DPR ini melemparkan komentar yang enggak jauh-jauh dari mengkritik pemerintah. Nyaris tiap hari pula para media memberitakan ocehannya tersebut, bosan enggak bosan sih nulisnya, tapi telan saja lah. Namanya juga berita.

Nah di acara ulang tahun Gerindra yang ke 10, Sabtu (9/2) lalu, Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto curhat kalau ia sendiri ternyata pusing dengan hobi komentar Wakil Ketua dan juga salah satu pendiri Gerindra tersebut. Lha, kok pusing? Emang bukan atas suruhan dirinya toh? Ck ck ck.

Mungkin Prabowo bingung gimana caranya “mengatur” mulut wakilnya tersebut, secara Fadli Zon jabatannya lebih tinggi dari dirinya. Weh, masa iya rakyat biasa – walaupun kaya dan punya kuasa, bisa ngatur-ngatur wakil rakyat yang terhormat? Hmm, harusnya sih tetap bisa ya, kan di Gerindra, Prabowo tetap bosnya.

Di sisi lain, Prabowo mengaku senang karena wakilnya itu nama belakangnya bukan “o”. Sebab di Indonesia, menurutnya, seorang presiden harus bernama belakang “o”. Ya, semoga saja Mantan Danjen Kopassus ini enggak lupa, kalau presiden kita ada juga yang namanya Habibie, Abdurrahman Wahid, dan Megawati yang ga berakhiran “o”.

Wew, jangan-jangan Prabowo merasa terancam dengan ketenaran Fadli itu? Terus, kalau nanti dia mengubah namanya menjadi Fadli Zono, kira-kira apakah Prabowo akan merasa semakin terancam? Siapa tau, sebagai generasi muda Gerindra, Zono “si bola liar” Gerindra bisa melesat mengalahkan pamor seniornya.

Apalagi, selama ini Zono lah yang selalu ngebet ingin mendapatkan kepastian dari Prabowo mengenai pencalonannya di Pilpres 2019 nanti. Kalau ternyata Prabowo lebih memilih mengurus kuda-kudanya daripada mengurus rakyat, apakah Zono akan mengambil peluang emas itu sebagai kandidat penjegal Jokowi? Hmmm….

Herannya, Prabowo sepertinya malu-malu kucing untuk mengaku kalau ia masih punya ambisi sebagai presiden negara ini. Padahal sih, kalau didengarkan dari pidatonya, aura-aura akan maju lagi itu sudah terbaca. Tapi kok jadi pemalu begitu? Pake minta maaf kalau pernah galak segala lagi. Apakah Prabowo tengah jatuh cinta? Wuuuaaah, ups!

Apapun itu, mungkin Prabowo juga harus mengucapkan terima kasih pada si Zono sang bola liar. Berkat dirinya lah, nama Gerindra terus dan semakin berkibar walau partainya tidak berada di dalam kekuasaan. Tentu melalui komentar “provokatif” si Zono, kesan garang Gerindra sebagai partai oposan juga semaking greng jadinya. Tul kan? (R24)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here