Yusril Siap Jadi Cebong?

Jalan Suci Caleg Syariah
Yusril Ihza Mahendra menyarankan anggota HTI dan FPI bergabung dengan PBB. (Foto: bulan-bintang.org)
2 minute read

“Aku hanyalah kunang-kunang dan engkau hanyalah senja. Saat gelap kita berbagi. Saat gelap kita abadi.” ~Moammar Emka


PinterPolitik.com

Setelah beberapa waktu lalu menjadi pembela Prabowo Subianto di Pilpres 2014 dan menjadi pengacara untuk membela Hizbut Tahrir Indonesia, sekarang Ketua Umum PBB Yusril Ihza Mahendra hendak menjadi pengacara untuk kubu petahana. Tentu ini menimbulkan tanda tanya yang besar sekali. Hei, hei, hei, ada apa?

Yusril secara mengejutkan menyatakan siap memberikan perlindungan hukum kepada pasangan calon nomor urut 01 Joko Widodo-Ma’ruf Amin. Eh berarti sudah siap dipanggil cebong belum nich? Uwuwuwuw

Konon, Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf, Erick Thohir sendiri yang sempat bicara dan melobi dirinya beberapa waktu terakhir agar menjadi pengacara Jokowi-Ma’ruf.

Yusril mengatakan bahwa tawaran Erick itu turut mengandung prasyarat bahwa dirinya tak akan dibayar selama bertugas.

Wow, wow, beneran nggak dibayar? Kok mau sich?

Yusril mengaku tak ambil pusing soal prasyarat itu dan langsung menyetujuinya. Sebab, dirinya pun sudah mengalami hal serupa ketika menjadi pengacara Prabowo-Hatta Rajasa di Pilpres 2014 lalu.

Iya sih, katanya ikhlas membela tanpa dibayar. Tapi kok kemarin ngaku kecewa karena nggak dapat apa-apa dari Prabowo? Emang kali ini ditawarin apa? Ehh, cuma nanya kok.

Keadilan itu memang harga mati. Sayangnya kerap kalah dengan kepentingan politik. Click To Tweet

Dengan meredupnya nama PBB di dunia politik Indonesia akhir-akhir ini, tentu Yusril membutuhkan cahaya untuk mencapai kesuksesan, yakni mendakati kubu bersinar untuk melampaui parliamentary threshold. Gitu nggak ya? Hmmm…

Selain memberikan perlindungan hukum, Yusril juga akan memberi masukan agar pasangan Jokowi-Ma’ruf tidak salah langkah selama mengarungi kontestasi Pilpres 2019. Meski begitu, dirinya mengaku tidak masuk ke dalam timses Jokowi-Ma’ruf.

Menurut Yusril, jika ada hak Jokowi-Ma’ruf yang dilanggar, seperti dihujat, dicaci, dan difitnah misalnya, Yusril siap melakukan pembelaan dan menunjukkan fakta yang sesungguhnya atau sebaliknya, agar segala sesuatunya dapat diletakkan pada proporsi yang sebenarnya.

Ya, semoga saja kali ini PBB bisa ikutan bersinar ya. Eh tapi ini yakin nggak bakal seperti membeli kucing dalam karung kan? Kalau kecewa lagi seperti sama calon yang satunya kan nggak lucu. Hehehe. (E36)