Yusril Buat PBB Terpecah Belah?

partai pbb bubar
Yusril Ihza Mahendra. (Foto: Media Harapan)
2 minute read

“Tidak ada kebaikan yang bisa kita dapatkan dari sebuah perpecahan, maka kunci menghindari perpecahan adalah mensyukuri perbedaan.” ~Abdullah Gymnastiar


PinterPolitik.com

Kemunculan sosok Ketua Umum Yusril Ihza Mahendra sebagai pengacara Pasangan Calon Joko Widodo-Ma’ruf Amin memang cukup menggemparkan dunia persilatan tanah air. Ehh maksudnya dunia politik. Gimana nggak, Yusril yang selama ini terlihat berseberangan dengan sang Petahana mendadak jadi pendukung.

Yaaa, katanya sih doi belum menentukan arah dukungan di 2019 ini. Tawaran sebagai pengacara itu diamini sebagai sikap professional dirinya yang merupakan seorang pengacara. Hmmm, tapi kalau nggak nganu, terus kenapa bersedia menjadi pengacara tanpa dibayar? Ini Ketua TKN Erick Thohir sendiri loh yang pernah bilang. Hehehe.

PBB itu kini terkenal sebagai partai yang gelap gulita, alias terbelakang. Perolehan suara di 2014 lalu juga tipis banget. Tapi sekarang Yusril digandeng Jokowi-Ma’ruf. Sedikit banyak partainya tersebut mendapatkan efek ekor jas dari pilihan Yusril tersebut. Meski begitu, pergolakan di kubu PBB tetap tidak bisa terelakkan.

Forum Silaturahim Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia Jawa Timur secara terang-terangan meminta Ketua Majelis Syuro DPP PBB MS Ka’ban untuk menegur Yusril atas sikap politiknya yang memilih merapat ke kubu Jokowi.


Menurut Dewan Dakwah, para kader tuh nggak paham maksudnya Yusril bersedia jadi pengacara Jokowi-Ma’ruf. Lebih dari itu, mereka juga meminta Yusril untuk mundur dari jabatannya sebagai ketua umum.

Mendengar permintaan tersebut, MS Ka’ban mengaku memahami gonjang-ganjing di tubuh PBB. Namun ia berpesan, seribut dan seriuh apapun, PBB harus tetap utuh. Dirinya pun menegaskan telah puluhan tahun mengenal Yusril sebagai pribadi yang tetap konsisten dalam perjuangannya. Uwuwuwuw, dibelain loh… Mantap.

Walaupun terpecah-pecah tetap satu tujuan, memenangkan Pemilu. Begitu? Click To Tweet

Mendengar pergolakan PBB, juru bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf, Eva Sundari pun turut berkomentar. Menurutnya desakan mundur terhadap Yusril dari jabatannya nggak ada kaitannya dengan tim pemenangan. Sebab keputusan Yusril menjadi pengacara bukan sebagai Ketum PBB.

Terus juga ya, menurut Eva TKN juga nggak mau ikut campur dengan urusan internal PBB tersebut. Sedangkan Yusril masih enggan untuk menanggapi desakan tersebut.

Sekretaris Jenderal Partai Bulan Bintang Afriansyah Ferry Noer juga menyayangkan desakan mundur tersebut. Apalagi Dewan Dakwah dipandangnya nggak pernah mengajak dan melibatkan Yusril untuk berdiskusi. Karena itu dia menilai desakan mundur itu justru mendiskreditkan Yusril.

Menurut Ferry, cendikiawan Muslim Thohir Luth yang menyuarakan agar Yusril mundur dalam forum Dewan Dakwah bukanlah kader PBB. Melainkan sosok yang punya agenda memecah-belah PBB. Hmmm, masa sih? (E36