Waspada Taktik Coblos Ulang

    Waspada Taktik Coblos Ulang
    Foto: Antara
    2 minute read

    Pilkada DKI putaran kedua tinggal beberapa hari lagi. Para tim sukses masing-masing calon gubernur, mulai kerja keras mencari segala cara demi meraih kemenangan.


    PinterPolitik.com

    Usai perhelatan debat publik terakhir, Rabu (13/4) lalu, beragam hasil survei mengenai elektabilitas kedua calon gubernur (cagub) DKI Jakarta mulai bermunculan. Banyak yang melihat, selisih suara keduanya kemungkinan akan besar sangat tipis. Tak heran bila tim sukses Basuki T. Purnama-Djarot S. Hidayat (Ahok-Djarot) dan Anies Baswedan-Sandiaga Uno (Anies-Sandi), semakin sibuk mengatur strategi.

    Perebutan suara yang sangat ketat dan panas, pada akhirnya menciptakan berbagai taktik antisipatif. Berbagai upaya pencegahan kemenangan lawan ini, sayangnya juga dengan melakukan taktik yang menggunakan cara-cara kotor.

    Menurut seorang sumber yang dapat dipercaya, cara kotor ini juga sudah direncanakan oleh salah satu kubu cagub. Bahkan mereka sudah merencanakan skenario untuk menolak hasil penghitungan suara di tempat pemungutan suara (TPS).

    Skenario penolakan ini, akan dilakukan apabila di TPS tersebut perolehan suara paslon yang diwakilinya meleset dari perkiraan. “Para saksi akan diperintahkan untuk menolak atau tidak menandatangani berita hasil penghitungan suara di TPS, seusai pemungutan suara pada tanggal 19 April nanti. Ini salah satu skenario terburuk. Bahkan kabarnya, sudah diidentifikasi kemungkinan hal itu akan dilakukan di ratusan TPS, jika hasilnya meleset dari perkiraan,” jelasnya, Selasa (12/4).


    Menurutnya, skenario tersebut disiapkan di TPS yang pada pemungutan suara putaran pertama, 15 Februari lalu, kemenangan sang lawan sangat mencolok. Ia menjelaskan, rencana untuk menolak menandatangani berita hasil penghitungan suara ini, memang sudah dengan sengaja dipersiapkan. Mereka berharap, nantinya akan dapat dilakukan pemungutan suara ulang.

    “Targetnya supaya dilakukan coblos ulang. Mereka berangkat dari pengalaman pada putaran pertama, di mana ada TPS yang dilakukan coblos ulang,” ungkap sumber tersebut.

    Selain itu, skenario ini juga terpicu dari hasil survei elektabilitas kedua paslon yang berimbang akhir-akhir ini. “Ini upaya terakhir untuk meraih kemenangan. Dengan coblos ulang, ada peluang untuk mengubah perolehan suara,” katanya. (Suara Pembaruan)

     

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here