Wakil Rakyat Kok Gitu?

DPR - Kelakuan anggota dpr
Seorang anggota DPR sedang tidur dalam sidang paripurna DPR. (Foto: Rakyat Merdeka)
2 minute read

Ku takut mamaku marah, Ku takut papaku marah, Ku takut mereka marah
Kalau terlambat sekolah. Uang jajan musnah, Senyum pun tak ada, Ka-ka-kalau mama marah…” Lirik Lagu Jangan Marah ~ Trio Kwek Kwek


PinterPolitik.com

Siapa yang inget sama lagu Trio Kwek Kwek di atas? Duhh, emang zaman dulu tuh kalo telat sekolah urusannya bisa panjang, udah dimarahin guru di sekolah, dimarahin juga sama orang tua. Hayooo, siapa diantara kalian yang sering telat?

Tapi nih gaes, kalian pernah ngebayangin nggak sih kalo di sekolah nggak ada tata tertib? Bolos sekolah dibiyarin, dateng telat nggak dihukum. Wadaw jadi apa kita sekarang? Paling banter jadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) zaman now kali ya? Ckckckck.

Abis gimana dong, kayaknya yang hobi bolos tanpa rasa bersalah dan merasa rugi cuma anggota dewan deh. Kita aja kalau telat masuk kantor bisa potong gaji, ya kan?

Jangan-jangan ini udah saatnya anggota DPR yang gak masuk potong gaji? Ayolah, eike aja kemaren telat ngantor dipotong gajinya, masa anggota dewan santai-santai aja sih gak rapat?


Bayangin aja gaes, kemarin eike baca berita, cuma ada 197 dari dari 560 anggota DPR yang dateng ke rapat paripurna penutupan masa sidang V tahun 2017-2018. Terus yang 417 orang lainnya kemana?

Katanya, sebanyak 110 anggota DPR izin tugas, sedangkan 307 lainnya absen. Duh duhh, mentang-mentang mau pemilu, urusan rakyat dikesampingin. Moon maap, dulu Bapak Ibu minta dipilih rakyat buat ngapain? Buat duduk, tidur, ngupil, ngemil berantem? Nggak, kan? Katanya dulu mau memperjuangkan aspirasi rakyat, kok sekarang lupa?

Padahal nih gaes, salah satu agenda rapat kemarin itu pengambilan keputusan calon hakim agung lho, pejabat tertinggi dalam dunia peradilan dan kehakiman negeri. Nih, kalo sampe salah pilih, urusan hukum kita bisa berabe. Duh..duhhh, wakil rakyat kok gitu?

Baca juga :
Wali Kota Depok 'Biduan Lampu Merah'

Selama ini sanksi terhadap anggota DPR yang telat paling sebatas teguran lisan, teguran tertulis, pemindahan alat kelengkapan dewan, atau paling banter pemberhentian sementara. Weleh-weleh, kalau nggak bisa bikin jera mah, bukan hukuman namanya. Kira-kira gimana ya caranya biar anggota DPR ini tahu malu? Pecat aja! Kalau kata Syahrini, hempas manjahhh husshhh hushhh husshhhh!!! Setuju kan? (E36)