Tutup Mulut KPK!

Fadli Zon 'Kambing Hitam' Kerusuhan
Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon. (Foto: Jawapos)
2 minute read

“Apa guna punya ilmu tinggi kalau hanya untuk mengibuli, apa guna banyak baca buku kalau mulut kau bungkam melulu.” ~ Wiji Thukul


PinterPolitik.com

Laode Muhammad Syarif, Wakil Ketua KPK seolah membuat ‘serangan’ kecil untuk DPR tentang adanya hak imunitas DPR di UU MD3.

Serangan Laode untuk DPR ini menyoroti adanya ketidakadilan karena anggota DPR tak memenuhi prinsip equality before the law. Waduh, kok begitu sih, weleeeeh weleeeh. Lebih parahnya lagi, Laode menyerangnya melalui pernyataan di media massa.

Pantes aja anggota DPR pada kegerahan begitu, weleeeh weleeeeh. Laode harus siap ya akan ada serangan balasan dari DPR, wedeeww, pendendam banget sih uhuuukkk, uhuuukk. Kritik sedikit jangan ngamuk kali, santai aja, weewww.

Benar kan dugaannya, akhirnya KPK ‘dikuliti’ saat berada di Komisi III. Habis sudah KPK dikeroyok, weleeeeh weleeeeh. Seharusnya Laode melawan, tapi ngomong – ngomong ngelawannya gimana ya, kan KPK lagi di kandang lawan, uppppsss, harusnya kabur dulu weleeeh weleeeh.


Sudah habis dikeroyok di Komisi III, ternyata eh ternyata DPR tak berhenti menghajar KPK weleeeeh weleeeh. Kini giliran Fadli Zon, sang kritikus sekaligus pujangga dari DPR yang mengeluarkan jurus untuk ‘menghajar’ KPK.

Siapkah KPK untuk menerima serangan? Yailah serangan apaan sih, palingan dibacain puisi doang, weleeeh weleeeh. Dinikmati sajalah.

Weeeww, tapi kali ini Fadli Zon tampil lebih garang daripada biasanya. Kalau biasanya Fadli lebih seperti sosok yang melankolis. Emang deh pujangga ulung satu ini karyanya tak bisa diragukan lagi, weleeeeh weleeeh.

Tapi kegarangan apa yang ditampilkan oleh Fadli? Ia seolah mencapai puncak kekesalannya sehingga Fadli menyuruh KPK tutup mulut saja, tak perlu mengatakan apapun sama sekali.

Weeeww, galak bener deh Fadli. Tumben weleeeh weleeeh. Tapi seharusnya Fadli juga tak perlu kebakaran jenggot juga sih, dibikin santai aja, weleeeh weleeeh.

Masa zaman now begini masih ada aja pejabat ketakutan dapet kritik, hadeuuuhhh bikin demokrasi jadi gelap aja, huuuufffttt.

Namanya juga dikritik ya seharusnya terima aja lah masa jadi balik marah – marah, dibikin santai ajalah weleeeeh weleeeeh. (Z19)

[related_posts_by_tax posts_per_page="7" taxonomies="category,post_tag" order="ASC"]