Tommy Kembalikan Romantisme Soeharto

Tommy Kembalikan Romantisme Soeharto
Istimewa
3 minute read

“Partai Berkarya harus mampu membawa kemaslahatan umat dan rakyat Indonesia. Kita harus berjuang untuk rakyat. Semoga apa yang kami cita-citakan untuk mewujudkan kader-kader kami di DPR RI dengan 80 kursi bisa diwujudkan.” ~ Ketua Umum Partai Berkarya, Tommy Soeharto.


PinterPolitik.com

Siapa yang tidak kenal Hutomo Mandala Putra, pria yang akrab disapa Tommy Soeharto ini baru saja terpilih sebagai Ketua Umum Partai Berkarya, Minggu 11 Maret 2018. Dalam pidatonya, Tommy meminta para kader merapatkan barisan untuk mencapai target mendapatkan 80 kursi di DPR pada Pemilu 2019.

Apakah artinya di bawah kepemimpinan Tommy, partai ini nantinya akan mengembalikan kejayaan Orde Baru? Ya bisa jadi, siapa tahu. Karena Tommy sendiri adalah anak kelima dari pasangan Soeharto dan Siti Hartinah. Tommy dengan Partai Berkaryanya memang seakan seperti Soeharto jilid dua dengan Partai Golkarnya kala itu.

Sebagai anak penguasa Orde Baru, Tommy sepertinya memang memiliki ambisi politik untuk mengembalikan semangat kejayaan Orde Baru di Indonesia. Masyarakat Indonesia seakan dibuat dejavu kelahiran “Soeharto mini” yang kelak akan memimpin Indonesia menuju kejayaannya kembali. Wuidih sedap sedap gurih ni.

Target meraih 80 kursi di parlemen bukanlah angka yang kecil untuk dicapai. Angka itu bahkan hampir menyamai perolehan Partai Golongan Karya (Golkar) pada Pilpres 2014 sebesar 91 kursi. Sebagai partai baru, kayaknya agak muluk sih targetnya. Gak mimpi di siang bolong kan ini?


Seandainya memang nanti bisa terwujud, wow betapa militannya Tommy ini. Apa mesin Partai Berkarya bisa semilitan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dalam memperoleh dukungan masyarakat? Jika saja PKS sering mengangkat isu-isu mengenai agama sebagai alat pendukung kampanye.

Apa nantinya Tommy akan kembali mengelu-elukan kejayaan Orde Baru?? Sepertinya kata-kata khas Soharto, ‘Piye kabare, penak jamanku tho’ masih akan menjadi slogan andalan. Itu tuh, kata-kata yang sering kita liat di belakang mobil truk antar kota hahaha.

Baca juga :
Di Balik Gencatan Senjata Hendro-Prabowo

Di luar sisi kontroversi kepemimpinan Soeharto selama 32 tahun (1966-1998), banyak hal yang bisa dibanggakan rakyat Indonesia. Liat saja kondisi ekonomi yang kala itu dianggap sangat pro rakyat kecil. Berbeda dengan kondisi sekarang, di mana subsidi dicabut sehingga banyak rakyat kecil teriak tercekik.

Sepertinya memang itu maksud dari logo beringin Partai Berkarya, di mana partai ini bisa mengayomi rakyat kecil. Tapi rakyat kecil yang mana dulu nih? Siapa tau rakyat kecil yang dimaksud nantinya adalah konglomerasi sesama pengusaha. Waduh waduh, jangan ya.

Partai Berkarya sepertinya membidik orang-orang yang merasakan enaknya hidup saat Orde Baru berkuasa. Jumlah masyarakat yang merindukan masa lalu Orde Baru memang tidak sedikit sih. Ini bisa dijadikan amunisi utama dalam meraup suara pemilih. Tapi apa iya dengan itu aja bisa berhasil? Gak mau dibilang Omdo kan? (K16)