TKN: Prabowo-Sandi Salah Gaul

kelompok pendukung prabowo sandi
Sandiaga Uno dan Prabowo Subianto. (Foto: Kompas)
2 minute read

“Dalam demokrasi opini publik adalah yang berdaulat.” ~De Tocqueville


PinterPolitik.com

Tim Kampanye Nasional (TKN) pasangan Joko Widodo-Ma’ruf Amin menuding pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno telah salah gaul. Sekarang pasangan tersebut dikelilingi oleh kelompok yang berpikiran radikal. Hmmm, tapi maksudnya kelompok yang mana nih? Bisa diperjelas nggak sih biar netizen nggak salah terka? Hehehe.

Juru Bicara TKN Abdul Kadir Karding sih cuma bilang begitu, katanya rata-rata yang melingkari prabowo-Sandi orang-orang yang track record-nya berpikiran radikal dan itu tidak bisa terbantahkan. Menurutnya, kehadiran kelompok radikal tersebut bisa mengkhawatirkan kelompok Islam moderat, seperti NU dan Muhammadiyah.

Iya, katanya mereka khawatir kalau pasangan yang disokong kaum radikal menang Pilpres 2019, mereka takut Indonesia jadi terpecah belah seperti sejumlah negara di Timur tengah, seperti Suriah dan Afghanistan. Eittss, nggak ada contoh yang lebih mengerikan lagi apa? Misal contoh negara yang dipimpin pemimpin suka lupa janji gitu? Hehehe, siapa tahu ada ye kan? Biar jadi pelajaran juga. Wkwkwk.

Dari pada banyak khawatir, mending banyak ibadah. Ciee gitu... Click To Tweet

Ma’ruf Amin sudah menegaskan kalau pendukungnya nggak ada yang berasal dari kaum radikal. Ma’ruf pun meyakini GP Ansor telah memiliki data yang valid mengenai beberap kelompok radikal yang menginduk di bawah ketiak lawan politiknya, sehingga mau membuka suara ke publik.

Baca juga :
17,5 Juta Pemilih ‘Blunder’ Mendagri?

Ya, beberapa waktu lalu GP Ansor kan pernah bilang, ada beberapa kelompok radikal yang tersebar di sejumlah wilayah Indonesia sudah mulai bersatu menjelang pilpres 2019. Tapi persatuan mereka itu bukan untuk mengacaukan pesta demokrasi yang sebentar lagi akan dihelat. Melainkan untuk meraih agenda untuk mendirikan negara Islam atau NKRI Bersyariah dengan mendukung paslon tertentu.

Waduhh, ini kalau nggak terbukti benar-benar menjadi fitnah yang sangat keji loh. Lagian kalau Prabowo-Sandi benar didukung sama kelompok radikal, emang mereka beneran bisa disetir? Aku sih nggak yakin. Apalagi yang mendukung mereka juga banyak yang dari kelompok nasionalis.

Direktur Relawan Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Ferry Mursyidan Baldan memandang pernyataan GP Ansor berlebihan. Lagi pula ngapain juga Prabowo harus fokus ke kelompok radikal sedangkan pemilihnya berasal dari latar belakang yang beraneka ragam? Hayooo…

Ini tuh sebenarnya hanya salah satu strategi dalam permainan politik identitas yang sebenarnya sedang dimainkan oleh kedua kubu pasangan calon. Suatu hal yang wajar di negara demokrasi. Jadi kita nggak usah panik dan memilihlah dengan hati nurani serta akal sehat. (E36)

Facebook Comments