TKN: Prabowo Nggak Realistis

prabowo impor pangan
Prabowo Subianto. (Foto: VOA-ISLAM.COM)
2 minute read

“Saya makan untuk hidup, bukan hidup untuk makan.” ~Socrates


PinterPolitik.com

Isu ekonomi selalu menjadi bahan dagangan kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Yang paling hot dan sedang menjadi perbincangan kali ini adalah soal impor, yang konon tidak akan dilakukan Prabowo-Sandiaga jika menang di Pilpres 2019.

Omagaaa, krim-krim pencerah kulitku gimana dong? Bisa-bisa gagal nih punya kulit super glowing ala artis korea. Terus hengpon yang bisa cekrek-cekrek upload gimana kalau nggak impor? Duh, duh, emang bisa kita nggak impor apa-apa?

Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin, Ace Hasan Syadzily juga ikut komentar. Tentu, masa iya mau anteng digoreng lawan. Ya, harus goreng baliklah. Wkwkwk.

Menurutnya, janji Prabowo tersebut tidak realistis karena menurutnya ada sejumlah barang yang memang harus diimpor karena sulit didapat di Indonesia. Misalnya gandum.

Oh iya benar juga. Emang gandum tumbuh di Indonesia? Bukannya selama ini kita impor ya?

Ya, ada banyak tanaman yang bukan merupakan tanaman asli Indonesia, seperti gandum ini. Katanya sulit membudidayakan gandum di sini. Makannya ditanamnya pun terbatas. Padahal kita butuh banget gandum. Terutama untuk menjadi bahan baku mie instan.

Kebayang nggak sih, gimana nasib para pecinta mie instan seperti ku, terus mendadak impor gandum dihentikan, yang berakhir pada krisis mie instan di tanah air. Waduh, bisa sakau berkepanjangan nih. Huhuhu.

Negeri yang katanya maju aja masih tetap impor. Terus negara kita mau berenti impor? Apa bisa? Click To Tweet

Orang bilang tanah kita tanah subur. Tongkat kayu dan batu jadi tanaman. Tapi faktanya, nggak semua tanaman bisa dibudidayakan di sini tuh.

Selain gandum, untuk impor beras dan gula, menurut Ace juga diperlukan strategi terutama untuk menstabilkan harga di dalam negeri jika ada kendala musim panen.

Koordinator Juru Bicara Prabowo-Sandi, Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan komoditas seperti beras, jagung, singkong, tebu, dan garam seharusnya bisa dimaksimalkan produksinya di dalam negeri. Nggak perlu impor.

Ya, kalau gitu sih nggak apa-apa. Yang penting kebutuhan kita terpenuhi. Tapi nih ya, dari pada koar-koar soal pembatasan impor, mending masing-masing kubu adu ide untuk menciptakan teknologi yang bisa membebaskan petani kita dari kendala alam. Jadi mau lagi musim apa pun, petani kita bisa tetap panen. Kan keren. (E36)