Titiek Si Tukang Ambekan

Titiek Si Tukang Ambekan
Istimewa
2 minute read

“Golkar tidak membutuhkan saya, tapi saya sangat dibutuhkan oleh Partai Berkarya.” ~ Titiek Soeharto


PinterPolitik.com

Berita kepindahan Siti Hediati Hariyadi alias Titiek Soeharto ke Partai Berkarya, sepertinya enggak ngagetin ya, tapi entah mengapa beritanya kok ya heboh amat. Padahal penyebabnya udah jelas lah ya, pertama karena Berkarya partai adiknya. Kedua, karena Titiek gagal jadi Pimpinan MPR. Ketiga, karena Titiek itu cemcemannya Prabowo, mana mungkin legowo kalau Golkar dukung Jokowi. Uhuk!

Tapi ya namanya juga alasan, ngelesnya kan bisa macem-macem. Dari yang merasa enggak terpakai di Golkar lah, hmmm, ini masuk ke sebab yang kedua di atas ya, terus karena jargon-jargon Pak Harto udah enggak pernah dipakai lagi di Golkar. Nah, ini masuk di sebab yang pertama, dan karena Golkar kurang keukeuh ngajuin capres sendiri, ehm, ini bisa juga sih masuk ke sebab yang ketiga ya, ahahaaaay!

Jadi kalau mau plesetin apa kata Gus Dur, gitu aja kok heboh! Kalau ditilik-tilik nih ya, penyebab Titiek pindah itu, intinya sih karena dia ngambek. Sebagai pewaris darah Soeharto, Golkar udah enggak keliatan respek lagi dengan keberadaan dirinya. Lha, emangnya Partai Beringin punya Soeharto ya? Kan yang bikin Ormas Golongan Karya itu juga sebenarnya Soekarno keles.

Tapi karena anak-anak Cendana ini ingetnya Golkar itu punya bapaknya, jadi agak sakit hati gitu deh, kalau mereka enggak diprioritaskan di posisi-posisi basah. Kan Tommy Soeharto bikin Berkarya aja, gara-gara ngambek enggak bisa jadi Ketua Umum Golkar. Weew, ternyata anak-anaknya Soeharto pada jago ngambek ya? Yah, begini ternyata kalau tukang ngambek banyak duit ya, bikin tandingannya aja. Ahoy!

Walau Titiek “mengancam” akan merebut suara Soehartois yang katanya jumlahnya mencapai 20 persen suara Golkar, di sisi lain, ini akan menjadi pembaharuan reputasi yang bagus bagi Golkar. Kan katanya, Partai Kuning ini lagi perbaikan citra, nah, sekalian deh tuh, bersihin citranya dari kesan sebagai antek-anteknya Orde Baru.

Dengan munculnya Partai Berkarya yang diaku sebagai partainya keluarga Cendana, Golkar kan bisa bikin embel-embel, Golkar Bersih, enggak hanya bersih dari korupsi tapi juga bersih dari Orba. Seperti kata Filsuf Klasik Sophocles, seseorang bisa mendapatkan reputasi walaupun hanya dari hal-hal kecil sekalipun, hmmm. (R24)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here