Tim Prabowo Playing Victim?

reuni 212 dihadang
Ahmad Riza. (Foto: Media Indonesia)
2 minute read

“Daripada saling menuduh, lebih baik kita bekerja keras untuk berahklak baik.” ~Abdullah Gymnastiar


PinterPolitik.com

Ketua DPP Partai Gerindra Ahmad Riza Patria menyebut ada kelompok yang berupaya menghalang-halangi agenda Reuni 212. Waduuhh, atas dasar apa?

Ternyata, ada laporan dari Panitia Reuni 212 bahwa massa dari beberapa daerah dihambat menuju Jakarta. Misalnya, ada Perusahaan Otobus (PO) yang membatalkan pesanan massa reuni 212.

Atas kabar tersebut, Riza menilai kubu petahana terlalu berlebihan. Aparat tidak bijak, tidak baik, tidak demokratis. Doi bahkan mengatakan situasi zaman sekarang seperti Orde Baru.

Hmm, menurut kalian gimana nih gaes, beneran ada yang sengaja menghalangi, atau merekanya aja yang kelewat baper? Ehh, tapi kalau emang benar dihalangi, kenapa ngadunya ke Gerindra? Lah, katanya acara bebas unsur politik. Moon maap ini, gimana?

Kemarin bilangnya reuni 212 adalah acara silaturahmi, ngaji bareng, bahkan kalau ada muslim yang nggak datang lebih parah dari Bill Gates, tapi masa ada halangan ngadunya ke partai oposisi? Hihihihi.

Reuni 212 itu acara silaturahmi, pengajian, dan.... Click To Tweet

Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin, Arya Sinulingga, menyesalkan tuduhan politikus Partai Gerindra Ahmad Riza Patria yang menuding pemerintah menghalangi massa Alumni 212 menuju Jakarta.

Menurut Arya, tuduhan sepihak dari pihak Prabowo itu sebagai strategi bermain sebagai korban atau playing victim agar dapat menarik simpati masyarakat. Uhuhuhu, masa iya playing victim?

Lebih lanjut, Arya menyatakan bahwa tudingan itu hanya kabar bohong atau hoaks karena tak memiliki bukti yang kuat. Ia menilai tuduhan itu hanya sekadar ingin menjelek-jelekkan pihak pemerintah dan secara khusus ingin menjelekkan tim sukses Jokowi-Ma’ruf Amin.

Ya, kalau nggak mau dibilang playing victim, benar kata Arya, tudingan macam itu harus dibuktikan. Agar jelas, tidak ada yang dirugikan, tidak ada yang merasa tertipu. Siapa tahu kan pembatalan penyewaan bus itu bukan karena campur tangan pemerintah, tapi karena pemilik perusahaannya Jokowi Lovers? Eaaa, siapa tahu loh. Jadi jangan apa-apa nyalahin petahana gitu loh. Harus bisa dibuktikan gitu loh. (E36)