THR, ‘Alat Sogok’ Penguasa

THR, ‘Alat Sogok’ Penguasa
Fadli Zon (Merdeka.com)
2 minute read

“Jadi kenaikan ini, menurut saya, mungkin saja ada maksud-maksud karena ini tahun politik lah, biasa. Saya kira pemerintahan-pemerintahan yang lalu juga melakukan hal yang sama.” ~ Fadli Zon


PinterPolitik.com

Bukan Fadli Zon rasanya kalau tak mengeluarkan kritik yang kontroversial.

Fadli kini menyoroti kebijakan Pemerintah yang menaikkan tunjangan hari raya untuk PNS, TNI, Polri, dan Pensiunan. Ada apa dibalik kenaikan ini?

Ehhmm, Fadli sangat skeptis dengan kebijakan yang baru dikeluarkan Pemerintah. Kalau dilihat dari segi kebijakannya, ada dua kecurigaan Fadli Zon yang mungkin saja benar, mungkin juga tidak, weleeeh weleeh.

Pertama, kenaikan ini dipandang biasa saja oleh Fadli. Lah terus masalahnya apa? Weeeiitttss, sabar lah. Fadli menyoroti kalau kebijakan ini tak berpihak kepada pegawai honorer.

Kenaikan ini menunjukkan kalau pegawai honorer sudah tercecer dari rencana Pemerintah.

Ehmm, tak adil sama sekali, weleeh weleeeh. Karena kalau ditinjau secara seksama, Pemerintah tak menaruh perhatian lebih terhadap para pegawai honorer.

Bukan cuma persoalan tunjangan hari raya, statusnya aja masih dibuat ga jelas, hadeuuuh. Ehmm, tahukah Pemerintah bagaimana pengabdian para pegawai honorer? Tak ada apresiasikah? Weleeh weleeh.

Sementara itu, kecurigaan kedua Fadli Zon ialah kebijakan kenaikan THR ini dinilai sebagai kebijakan populis yang diindikasikan bermuatan politik menjelang Pilpres 2019.

Wedeew, berhubung Presiden Jokowi akan maju kembali sebagai calon Presiden di Pilpres 2019. Ehmmm, jadi Fadli Zon mencurigai adanya upaya dipenghujung periodisasinya, Jokowi membuat kebijakan yang membuat sebagian konstituennya senang.

Baca juga :  Fadli Zon Kesel 4G

Menggunakan kekuasaan dan negara untuk kepentingan pribadi? Untuk mendongkrak elektabilitas melalui kebijakan kenaikan THR? Wedeeww, mungkin benar, mungkin juga tidak, entahlah, weleeeh weeleeeh.

Tapi sebenernya, seberapa pentingnya kah THR itu harus naik dan apa sih pertimbangannya? Jangan – jangan menaikkan THR itu malah didasarkan pertimbangan politik lagi, weleeeh weleeh, repot kalau itu alasannya, ehhmm.

Tahun politik begini, kecurigaan – kecurigaan sudah pasti bermunculan, apalagi Fadli Zon melihat kebijakan populis Jokowi yang sangat nyentrik itu coba dikaitkan dengan kepentingan politik jelang 2019.

Nah, makanya kalau kata penyair Spanyol, Miguel de Cervantes Saavedra mengatakan kalau kejujuran adalah kebijakan terbaik.

Maukah Pemerintah jujur, kiranya apa alasan yang mendasari kenaikan THR? Seberapa pentingkah?

Kalau sudah dijelaskan, ya siapa tau oposan kayak Fadli ga terlalu kenceng teriaknya, weleeeh weleeh. (Z19)

Share On

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here