Thomas Lembong “Membalas” Jokowi?

Thomas Lembong “Membalas” Jokowi?
Thomas Lembong membuka isi dapur Indonesia (foto: liputan6.com)
3 minute read

Investasi yang sukses adalah mengantisipasi apa yang dilakukan orang lain”. – John Maynard Keynes


Pinterpolitik.com

Nama Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), yaitu Thomas Trisakti Lembong kembali muncul lagi nih gengs. Padahal sudah lama tidak muncul ya. Hehehe.

Kali ini kisahnya berawal dari artikel yang ditulis oleh jurnalis asal Selandia Baru, John McBeth di portal Asia Times  yang mengatakan bahwa Thomas telah “membuka dapur perusahaan” yang seharusnya tidak diungkapkan di publik.

Dalam artikel tersebut memang Thomas mengatakan dalam salah satu presentasi bahwa saat ini grafik makro ekonomi Indonesia paling menakutkan. Negara yang dulunya pengekspor minyak dan gas alam cair (LNG) terbesar di dunia ini pada tahun 2020-2021 akan menjadi nett importir.

Kok Kepala BKPM bongkar-bongkar data ke publik? Seharusnya doi tau hal yang dilakukan itu pasti memberikan pengaruh terhadap iklim ekonomi Indonesia ke depannya. Ada apa ya? Click To Tweet

Doi juga menjelaskan bahwa hal ini sangat dramatis karena akan memberikan dampak kepada neraca perdagangan yang terus mengalami penurunan, neraca pembayaran dan berimplikasi kepada turunnya nilai kurs rupiah.


Waduduh, ada apa nih? Kok Kepala BKPM  bongkar-bongkar data ke publik? Seharusnya doi tau hal yang dilakukan itu pasti memberikan pengaruh terhadap iklim ekonomi Indonesia ke depannya. Bahkan, ini bisa jadi sasaran kritik lawan untuk Presiden Jokowi loh.

Pantas saja nih, informasi yang beredar mengatakan bahwa perusahaan sekelas Royal Dutch Shell disebut-sebut ingin menjual sahamnya sebesar 35 persen yang berada di ladang gas raksasa Masela, Maluku. Apa jangan-jangan perilaku salah satu korporasi minyak dan gas terbesar di dunia ini karena Thomas Lembong sudah membuka sedikit “isi dapur” negara ya?

Wah, kalau memang benar demikian, ini menjadi pukulan telak buat Presiden Jokowi ya, kalau dia benar memenangkan Pemilu 2019.

Bakal banyak banget nih pekerjaan rumah yang harus diselesaikan oleh Presiden Jokowi ke depannya, kalau sampai perusahaan energi raksasa ini memberikan sinyal dan disalahartikan oleh perusahaan minyak yang lain, bahwa potensi di Indonesia tidak sebanding dengan politik internal negara dan kerumitan regulasinya ketika terdapat banyak peluang lainnya di luar.

Ada apa ya sebenarnya sehingga Thomas mengungkapkan hal tersebut? Emang sih, di satu sisi mantan CEO Quvat Management itu tentu berupaya untuk mengungkapkan hal yang penting demi tranparansi.

Asal bukan karena masih ada sakit hati yang membekas ya pak. Hehehe. Dulu kan Presiden Jokowi pernah marah dan muncul kata “bodoh” di acara Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) di Serpong, Tangerang. Kala itu Jokowi menyinggung persoalan investasi Indonesia yang tak banyak realisasinya. Kan bisa aja Thomas Lembong tersinggung.

Jadi ini sebagai sebagai bentuk “balasan”. Soalnya, pada waktu itu Thomas Lembong memang sebagai penanggung jawab acara cuy.

Semoga sih, asumsi ini tidak benar ya gengs. Tapi, kalau memang ternyata benar, termasuk berani ya doi sebagai bawahan Pakde Jokowi. Semoga bukan rakyat biasa lagi yang menjadi korbannya. Hehehe. (F46)

[related_posts_by_tax posts_per_page="7" taxonomies="category,post_tag" order="ASC"]