TGB ‘Peternak’ Buzzer Jahat?

TGB ‘Peternak’ Buzzer Jahat?
Istimewa
3 minute read

“Saya terus terang tidak percaya kabar buzzer Jahat tersebut, karena kami sangat percaya bahwa Tuan Guru Bajang (TGB), adalah kader terbaik Partai Demokrat sama seperti Mas AHY yang sangat paham fatsun partai. Mungkin ada pihak-pihak tertentu yang sengaja membenturkan kader-kader terbaik kami.” ~ Wakil Ketua Umum DPP Partai Demokrat, Roy Suryo.


PinterPolitik.com

Internal Partai Demokrat saat ini tengah disibukan dengan ramainya keberadaan akun-akun pendukung Gubernur NTB dua periode, Tuan Guru Bajang (TGB) Zainul Majdi. Akun-akun ini ditengarai adalah buzzer yang dengan sengaja dikerahkan untuk memuluskan TGB sebagai capres dari Partai Demokrat. Kok udah kayak ‘peternak’ buzzer aja sih TGB ini. Warbiasa, khan maen.

Yang lebih bikin kesel lagi nih, gerakan akun-akun pendukung TGB di jejaring media sosial belakangan ini terlihat cukup agresif. Gak sedikit loh yang membandingkan TGB dengan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan mengatakan kalau TGB lebih pantas menjadi calon presiden dari Partai Demokrat, dibandingkan AHY. Udah dapet restu belum tuh dari Ketum Demokrat? Pusing pala barbie ah mikirnya.

Sebagai politisi, TGB memang gak berada di lingkaran utama Demokrat. Jadi wajar aja kalau namanya sebelum ini gak masuk perhitungan sebagai kandidat Capres dari internal partai. Ya berhubung sedari awal Demokrat sudah menggadang-gadang AHY sebagai Capres dari Demokrat. Kalau Susilo Bambang Yudhoyono udah bilang gitu, emangnya ada yang berani nentang?

Wakil Ketua Umum DPP Partai Demokrat Roy Suryo sendiri sementara ini menduga kalau buzzer tersebut dari pihak eksternal. Ia gak percaya TGB memelihara buzzer jahat untuk menyerang dan memecah belah Partai Demokrat. Singkat kata nih ya, seandainya benar pun sungguh unfaedah deh, buat apa coba?

Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga ini menilai, TGB merupakan kader yang sangat faham fatsun partai. Jadi gak mungkin lah ngeriweuhin partai di mana dia berada. Tapi pertanyaannya, kalau ternyata benar gimana dung? Ya udah sih, terima aja pinangan TGB. AHY-TGB kan keliatannya cucok meong banget tuh.

Sedikit banyak, promosi diri melalui buzzer ini malah menimbulkan citra negatif bagi TGB sendiri. Pengamat Politik Maksimus Ramses Lalongkoe juga bilang hal yang sama, karena kalau ternyata benar, artinya TGB bukan tipe calon pemimpin bangsa. Sayang banget ya, padahal potensinya bagus loh untuk bersanding dengan AHY. Tapi gak gini juga keles caranya.

Mau menjabat aja caranya gak etis, gimana kalau nanti sudah menjabat? Makin merajalela nantinya sifat itu. Ampun dah. Pemimpin tuh seharusnya memang berjuang dengan realitas dan fakta-fakta yang sesungguhnya, bukan menggunakan kekuatan palsu untuk menghakimi orang lain demi memuluskan rencana atau agenda politik. Tsadeest. (K16)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here