TGB ‘Dipaksa’ Jadi Koruptor

TGB ‘Dipaksa’ Jadi Koruptor
TGB Zainul Majdi. (Istimewa)
2 minute read

“Ini masih proses Pulbaket (pengumpulan bahan dan keterangan). Kami sedang mengklarifikasi informasi dari yang bersangkutan.” ~ Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan


PinterPolitik.com

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sedang rajin – rajinnya melakukan pembersihan para koruptor.

KPK kini tak main – main, ia telah mencatatkan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terbanyak sepanjang masa.

Makanya, tak aneh kalau kinerja KPK dipuji dan diapresiasi Ketua DPR Bambang Soesatyo. Katanya, KPK memecahkan rekor OTT terbanyak, semoga semakin banyak OTT semakin memberi rasa jera bagi koruptor.

Tapi dominasi para koruptor yang ditahan KPK itu, kebanyakan terjerat terkait persiapan Pilkada, ehm, apakah itu dana penyelewengan inilah itulah, yang jelas ada hipotesa diantara mereka kalau uang bisa membeli kemenangan Pilkada.

Ngeri kali ya, weleeh weleeh, tapi akhirnya terlihat banyak para pejabat atau calon pejabat daerah yang diciduk KPK karena bermain dengan api korupsi. Ehmmm, rasakan itu, emang enak, weleeh weleeeh.

Karena banyaknya calon Kepala Daerah yang ikut tercyduk akhirnya menimbulkan satu dugaan liar yang mengira kalau KPK itu dijadikan alat untuk menghambat seseorang menjadi pejabat.

Waduh, logikanya terbalik banget ya, justru KPK menjalankan tugasnya supaya jabatan strategis itu dipegang oleh para pejabat yang tidak korup.

Berarti bukan alat serang lawan politik nih? Waduh, kalau prinsipnya calon kepala daerah itu tak punya cacat hukum sama sekali, ngapain berpikir begitu.

Makanya lebih baik dukung KPK bersihkan kekuasaan dari pejabat yang menggerogoti uang negara.

Nah, belakangan ini ada kabar mengejutkan. Tuan Guru Bajang (TGB) Zainul Majdi, Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) tercydduukkk KPK.

Waduh, usut punya usut, nama TGB sempat digadang – gadang jadi calon Presiden, apakah dugaan korupsi ini berkaitan dengan niatannya menjadi capres? Weleeeh weleeh, apakah murni ada dugaan korupsi.

Baca juga :
AS Tendang Tiongkok dari Indonesia?

Padahal, TGB mengkreasikan nama dan citranya jauh dari kata korupsi, namun seolah luruh saat KPK katanya memeriksa TGB. Akankah TGB mengenakan rompi oranye? Uhuuk uhuuuk.

Tapi setelah diselami lagi, benar sih ada aduan masyarakat yang melaporkan TGB, tapi KPK dalam hal ini baru mengklarifikasi keterangannya saja.

Ehmm, ya iyalah, ga semua laporan bisa langsung menjerat seseorang. Tapi setidaknya, TGB sudah mulai berkenalan dan berurusan dengan KPK.

Kalau menurut Charles Caleb Colton, korupsi itu seperti bola salju, setelah itu menetapkan bergulir akan terus membesar dan membesar.

Akankah pertemuan TGB dan KPK lebih intens lagi? Wedeeww. (Z19)

Facebook Comments