“Wiranto bukan satu-satunya pejabat negara di masa transisi era reformasi yang pernah mendukung dan membela Front Pembela Islam.” – Robert W. Hefner, Muslim Democrats and Islamist Violence in Post-Soeharto Indonesia
PinterPolitik.com
Duhh. Sudah sebulan lebih, tapi kok izinnya Front Pembela Islam (FPI) masih aja belum dikeluarkan sih? Padahal katanya semua kelengkapan berkas udah dikirim ke Mendagri.
Bahkan beberapa hari lalu, Wiranto juga bilang kalau pemerintah masih mau mendalami rekam jejak ormas ini.
Katanya sih rekam jejak itu akan menjadi pertimbangan dalam menerbitkan izin tersebut. Gilee, FPI kan ormas yang udah berdiri selama 21 tahun, jadi kayaknya bakal lama banget tuh buat menelisik rekam jejaknya.
Hmm. Tapi kalau melihat isu rekonsiliasi yang saat ini masih macet dan muju-mundur dalam mencapai kesepakatan, kayaknya izin FPI ini sengaja ditahan sampe ada kesepakatan rekonsiliasi antara Jokowi dan Prabowo deh. Hehehe.
Apalagi kan ada yang bilang kalau antara Wiranto dan FPI punya masa lalu bersama. Eaa.
Gosip-Gosipnya sih, katanya Wiranto itu dibilang sebagai salah satu dewan pembinanya FPI. Ada juga yang bilang kalau Wiranto itu salah satu pendirinya FPI juga. Ya, cuma Wiranto, Rizieq, dan Tuhan aja kali ya yang tahu kebenaran tentang itu. Hehehe.
Ibaratnya kayak kamu laki-laki yang mantan pacarnya selingkuh ke laki-laki lain. Lalu tiba-tiba saat mantan itu butuh uang, dia malah minta tolongnya sama kamu. Begitu juga kali ya, relasi Wiranto, FPI, dan Prabowo belakangan ini.
Jadi kita anggaplah FPI itu kayak mantan pacarnya Wiranto yang selingkuh ke Prabowo. Sekarang Wiranto jadi lawannya Prabowo dan punya power untuk mengatur-atur FPI. Kira-kira kalau kamu jadi Wiranto kamu masih mau nggak dengan gampang ngasih izin itu ke FPI? Hehehe.
Apalagi ada rumor juga kalau pihak Prabowo sekarang minta jatah 45 persen kekuasaan ke pihak Jokowi sebagai syarat rekonsiliasi. Wajar banget lah ya Wiranto dan kawan-kawan cari-cari alasan untuk terus menahan izin FPI. Upss.
Makanya anggota-anggota FPI harus banyak-banyak sabar menunggu rekonsiliasi yang udah alot dan nggak ketebak kapan selesainya itu ya. Orang yang sabar itu disayang Tuhan kok. Hehehe. (R50)