“Semua orang hanya melihat apa yang aku tampilkan, tapi beberapa orang mengenal siapa aku sebenarnya.” ― Niccolo Machiavelli
PinterPolitik.com
Siapa yang nggak suka dengan cerita yang mengangkat tentang cinta lama bersemi kembali alias CLBK? Buktinya di 2016 lalu, film Ada Apa Dengan Cinta 2 aja bisa laris mendapat tiga juta penonton dalam waktu yang singkat.
Seolah membaca karakter masyarakat Indonesia, sesekali Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto juga menggunakan taktik CLBK untuk menarik perhatian dan simpati masyarakat melalui kisah cintanya bersama Titiek Soeharto. Eaa.
Soalnya, menjelang dan pasca Pemilu 2019 ini pun Titiek Soeharto sangat jelas menunjukkan usaha dan duukungannya kepada Prabowo. Hehehe.
Titiek nggak hanya omong doang ke media massa, tapi dia juga sampai blusukan untuk mengkampanyekan pasangan Prabowo-Sandiaga Uno di banyak tempat, datang ke acara Debat Pilpres 2019, hingga ikut melakukan aksi di depan Mahkamah Konstitusi (MK).
Btw, harusnya Pak Prabowo balikan aja lagi sama Bu Titiek Soeharto ya. Udah jadi mantan aja masih sangat suportif, apalagi kalau jadi istri lagi. Iya nggak? Hehehe. Walaupun banyak juga yang bilang bahwa mereka sebetulnya nggak benar-benar berpisah loh.
Beredar isu pertemuan Prabowo dengan Budi GunawanSimak infografis kami lainnya di Pinterpolitik.com
Bahkan bukan cuma Titiek aja yang suportif ke Prabowo. Saat lebaran kemarin, kakaknya, Tutut Soeharto, juga ikut mengunggah foto keluarga Titiek dan Prabowo di akun Instagram pribadinya.
Rupanya strategi kisah cinta lama bersemi kembali-nya Titiek dan Prabowo mendapat banyak respon positif dari followers Instagram-nya Tutut Soeharto loh. Berarti strategi ini nggak kalah sukses lah dengan strategi keluarga harmonis-nya Jokowi pas kampanye. Upss.
Tapi, apakah semua usaha yang dilakukan TItiek selama ini benar-benar murni karena cinta lama yang bersemi kembali? Atau ada kepentingan tertentu nih di baliknya? Apalagi kalau inget tentang kasus Yayasan Supersemar yang sekarang sedang diusik-usik. Upss.
Denger-denger kan Yayasan Supersemar milik keluarga Cendana ini disuruh bayar denda Rp 4,4 triliun ke pemerintah dan aset-asetnya juga disita di masa pemerintahannya Jokowi.
Wah. Kalau Jokowi nggak jadi presiden di periode selanjutny,a berarti kan ada kemungkinan Yayasan Supersemar bisa lolos dari denda sebanyak itu. Upss.
Pantesan aja ya Titiek Soeharto sangat semangat mendukung mantan terindahnya itu. Ternyata, oh ternyata ada kepentingannya juga toh. Tapi itu kata isi diskusi di warung-warung kopi loh ya.
Kalau bener begini kejadiannya, aku jadi makin pesimis kalau ada cinta yang beneran tulus tanpa adanya kepentingan. Hehehe. Lah kok jadi curhat ya. (R50)