Jajaran pimpinan MPR bertambah tiga kursi, tapi PPP sepertinya cemburu karena salah satu kursinya diberikan pada PKB.
PinterPolitik.com
“Cemburu lebih mirip perasaan sepi saat melihat musuhmu tersenyum senang.” ~ Elizabeth Bowen
[dropcap]B[/dropcap]erhubung hingga batas waktu yang diharuskan, Jokowi selaku Presiden enggak juga tanda tangan UU MD3 tapi juga enggak mau bikin peraturan penggantinya, akhirnya UU yang kontroversial itu pun tetap berlaku.
Beginilah nasibnya jadi rakyat yang dipasung oleh nafsu kekuasaan para politikus yang mengatasnamakan wakil rakyat. Bodo amat dah, rakyat mau misuh-misuh kayak apa. Enggak denger! Maaf ya yang di Senayan sana lagi sibuk sendiri tarik-tarikan kursi.
Lho kok? Ya begitulah, kelakuannya enggak pernah puas. Padahal sih ya, itu kursikan yang nentuin jumlahnya mereka-mereka juga. Eh kok, udah ditambahin masih ada aja yang pake keki-kekian. Maunya apaan lagi sih? Masih kurang ngeruk uang negaranya?
Eett, tunggu dulu, ini ngomongin kelakuan PPP yang lagi cemburu berat sama PKB, karena ternyata salah satu kursi wakil MPR bakal diisi oleh Muhaimin Iskandar alias Cak Imin. Wuooo, ternyata selain kursi cawapres, kursi wakil MPR diincar juga toh? Wuiidiiih.
Kenapa UU MD3 kemaren direvisi lagi?
Karena PDIP ngebet kursi pimpinan DPR.
Pimpinan DPR sekarang 6 orang. (+ PDIP)
Pimpinan MPR sekarang 8 orang. (+ PDIP, + PKB, +Gerindra)
Nasdem dan PPP tidak kebagian kursi pimpinan DPR/MPR, makanya walk out pas pengesahan.
— Om Jed Revolutia (@revolutia) February 23, 2018
Kalau menurut PPP sih, PKB enggak berhak tuh dapatin kursi wakil. Sebab kursinya jauh lebih sedikit dari PAN. Jadi harusnya, PAN yang dapat! Lho? Hmmm, sepertinya ada yang salah enggak ya? Kalau memang itu hak PAN, kenapa PPP yang marah?
Walaah, kirain cemburu tuh karena harusnya PPP yang dapat itu kursi, eh ini malah bilang itu hak partai lain. Kok bikin bingung ya? Lha, PAN-nya anteng-anteng aja tuh. Seharusnya yang ribut itukan PAN. Ya, setidaknya sih logisnya begitu. Hmmm.
Jadi ini cemburu ke PKB kenapa ya? Apa karena enggak kebagian jatah lobi-lobi? Wuaah, berarti PPP kelewatan dong. Tapi kenapa protesnya baru sekarang, setelah UU MD3-nya berlaku? Jadi kemarin-kemarin walkout tuh, juga karena masalah kursi?
Aah, terus yang waktu itu alasannya pro-rakyat cuma pencitraan doang dong ya, halaaah, basi banget sih. Eh tunggu, liat tuh, pantes aja Cak Imin pede banget memproklamirkan ke-cawapresannya. Udah dapat kursi wakil ketua MPR, kursi wapres bisa juga direbut kan ya? Beuuuh! (R24)