Teguh Raharjo, Ketua DPRD Arogan

Teguh Raharjo Ketua DPRD Arogan
Teguh Raharjo (foto: istimewa)
2 minute read

Ya, mungkin Pak Teguh Raharjo selaku ketua DPRD Bengkulu nggak salah. Hanya kita saja yang salah menempatkan beliau di kursi pemerintahan bukannya di hutan.


PinterPolitik.com

 

Teguh Raharjo, oknum pejabat yang menampar seorang dokter di RSUD Lebong, Bengkulu, jadi pejabat kesekian yang seenak jidatnya memperlakukan orang lain. Karena titel di kursi pemerintahan yang dimilikinya, Teguh berpikir sah-sah saja menampar dokter jaga lalu berteriak dramatis, “kamu nggak tahu siapa saya?”.

Padahal apa yang dilakukan salah satu kepala dewan terhormat itu sudah menjurus ke arah penganiayaan fisik, lho. Tentunya dokter yang, menurut Teguh, kena towel sedikit itu harus menanggung malu dan sakit akibat aksi arogan si pejabat.

Bagi pejabat macam Teguh Suharjo ini, beradaptasi dengan masyarakat kebanyakan dan mengambil sikap berkaitan dengan status yang disandang, mungkin jadi ujian berat. Kenapa berat? Sebab beliau yang terhormat ini sudah terbiasa dengan kemudahan dan dispensasi berbagai prosedur. Berbagai ‘jalur khusus’ dan layanan prioritas yang didapatnya karena titel ‘ketua DPRD Bengkulu’ sudah membuatnya manja.


Owalah, masak pengabdi dan pelayan rakyat nggak mau disamakan dengan rakat kebanyakan dan manja? Kalau begitu bagaimana mau melancarkan kebijakan yang berpihak pada rakyat kalau anggota dewan yang terhormat menolak peduli dan malah membusung minta dihormati?

Gawatnya, rasa jumawa ini tak hanya menjangkiti pejabatnya saja, tapi juga merambah ke keluarganya. Masih ingat kan peristiwa penamparan yang dilakukan istri jenderal di bandara dan juga Sonya Depari? Bukti jika arogansi pejabat juga menular ke anggota keluarganya juga. Wah apakah sikap jumawa dan mental feodal menular? Bisa jadi. Contohnya sudah banyak.

Teguh Raharjo, Tarzan dari Bengkulu
Sonya Depari (foto: istimewa)

Eits, tapi tentu saja ini tak bisa dipukul rata. Nyatanya, ada banyak juga pejabat daerah yang rendah hati dan punya integritas tinggi. Mereka yang sadar tanggung jawab dan tak mudah terlena gaya hidup pasti menolak dimanja-manja dengan perilaku ‘istimewa’. Tapi sayangnya, pejabat ‘mulia’ ini mudah tertutup dengan pamor berita pejabat arogan.

Baca juga :
PSI Belajar ‘Miskin’

Maka dari itu, untuk pejabat rendah hati, kita beri angkat topi tinggi. Bagi pejabat arogan, macam Teguh Raharjo, lebih baik kita cepat kembalikan ke hutan bersama para tarzan. (A27)

Facebook Comments