Tangis Gerindra-PKS di Pilgub Jawa

Tangis Gerindra-PKS di Pilgub Jawa
Istimewa
2 minute read

“Menurut saya ini tragedi dan cukup memalukan. Sudah bikin poster di mana-mana, sudah deklarasi di mana-mana, tiba-tiba ada konflik elite. Ditempel sama mesin PKS pasti menang. Tapi karena pecah, akhirnya calon lain yang menang,” ~ Wakil Ketua DPR, Fahri Hamzah.


PinterPolitik.com

Menang dan kalah dalam sebuah kompetisi merupakan hal yang biasa. Begitu pula dalam kontestasi Pilkada serentak 2018 yang baru saja digelar tanggal 27 lalu. Ada partai politik yang berhasil membawa kandidat yang diusungnya duduk di kursi Gubernur, namun ada juga yang nasibnya naas loh. Huhuhu, kicianbingit sih. Cup cup jangan sedih.

Ya seperti nasib dua parpol pengusung dalam Pilgub di Pulau Jawa, Gerindra dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Dua partai ini terpaksa menelan pil pahit usai semua kandidatnya di Pilgub Jawa keok. Nah, harus introspeksi diri tuh. Mungkin ada yang salah sama cara kampanye kedua partai ini. Ngaca napa!

Ya meski saat ini hasil perolehan suara itu baru berdasarkan proses hitung cepat (quick count) tapi biasanya sih hasil final perhitungan Komisi Pemilihan Umum tidak jauh berbeda nantinya. Hampir gak mungkin perhitungannya bakal berbalik arah dan memenangkan kandidat mereka. Ngimpi keles.

Di Jawa Barat, misalnya, Gerindra dan PKS ditambah dengan PAN yang mengusung pasangan Mayjen TNI (Purn) Sudrajat-Ahmad Syaikhu harus keok dihadapan pasangan Ridwan Kamil – Ruzhanul Ulum yang diusung oleh Hanura, PPP, PKB, dan Nasdem.

Nah, di Jawa Tengah, Gerindra dan PKS ditambah dengan PAN dan PKB yang mengusung pasangan Sudirman Said-Ida Fauziyah juga harus ‘balik kandangmelawan pasangan Ganjar Pranowo-Taj Yasin yang diusung oleh Nasdem, Demokrat, PPP, dan PDIP.

Baca juga :
Hegemoni Jokowi Genggam Izin FPI?

Sedangkan di Jawa Timur, Pasangan Saifullah Yusuf-Puti Guntur Soekarno yang diusung oleh Gerindra dan PKS bersama PDIP dan PKB pun ternyata tumbang dari pasangan Khofifah Indar Parawansa-Emil Dardak yang diusung PPP, Golkar, Hanura, PAN, Nasdem, Demokrat.

Mungkin ini udah saatnya kedua partai ini berkaca diri, apakah ada yang salah dari cara berkampanye mereka selama ini. Selain PAN, dua partai ini kan yang belakangan hobi gembar-gembor pollitik identitas. Hari gini masyarakat udah pada cerdas. Mereka gak akan terpengaruh dengan intrik-intrik politik kotor kayak gitu. Kalau ada kandidat cagub yang bagus maka dipilih, dan kalau jelek ya gak usah dipilih. Gitu aja kok repot. (K16)

Facebook Comments