Tampang Boyolali, Andi Tuduh Jokowi

Tampang Boyolali, Andi Tuduh Jokowi
Foto : Istimewa
3 minute read

“Politisi pandai berbicara, saking pandainya sampai-sampai mereka lupa bibirnya sudah dipenuhi jigong dan plak.”


PinterPolitik.com

Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Andi Arief menilai pelaporan terkait ucapan Prabowo Subianto tentang Boyolali sebagai sesuatu yang tak perlu. Menurut dia, ucapan “Tampang Boyolali” yang dilontarkan capres nomor urut 02 itu seharusnya bisa diselesaikan tanpa melalui jalur hukum.

Wah, jangan bilang Andi setuju nih sama ungkapan Prabowo kalau muka orang Boyolali itu katro alias ndeso alias enggak pantas masuk hotel! Ckckck. Click To Tweet

Menurut Andi, Prabowo pasti tidak bermaksud negatif atas ucapan itu. Meski begitu, berkaca pada fakta yang ada, kini ucapan itu mendapat protes dari sebagian masyarakat Boyolali. Jadi, ada baiknya Prabowo berinisiatif mengklarifikasi, bahkan harus meminta maaf kalau masyarakat menganggap itu sebuah masalah. Masyarakat Boyolali pun demikian  juga harus memaafkan.

Andi juga bilang, tidak masalah jika Prabowo meminta maaf terlebih dahulu. Pasalnya, masyarakat Boyolali ke depan merupakan rakyat yang akan dipimpin Prabowo jika menang Pilpres 2019. Nah, kan itu jika menang bang, jika kalah? Kasian ya. Wkwkwk, ngebet doang, jadinya kapan?

Btw, bang apa enggak salah tuh nyuruh Prabowo minta maaf kepada warga Boyolali? Apa enggak menjatuhkan derajat Prabowo, kalau harus minta maaf? Lagian doi juga harus minta maaf ke Jokowi dong. Soalnya kan orang tuanya Jokowi dari Boyolali juga. Mana kemarin Jokowi ikut-ikutan baper lagi. Hayo loh bang, gimana tuh?

Lagian itu sindiran Boyolali ambigu banget sih bang, persis banget kayak sindiran Jokowi yang bilang “politisi sontoloyo” itu berasa ngehantem banget ke muka setiap oposisi. Jokowi yang secara tidak langsung bilang politisi oposisi sontoloyo dan Prabowo bilang secara tidak langsung muka Jokowi katro enggak pantes masuk hotel, apalagi istana! Betul apa betul gengs? Wkwkwk..

Oh iya gengs, sebelumnya, melalui akun Twitternya, Andi menyarankan Prabowo meminta maaf, terlepas dari benar atau salah ucapan itu. Andi juga mencurigai pelaporan atas ucapan Prabowo itu bukan merupakan inisiatif sebagai rakyat.

Wah yang gini-gini nih gengs, sudah dibilang katro, eh Andi malah nambahin ngomong gitu. Secara enggak langsung kan Andi bilang warga Boyolali sukanya disetting alias di-order sama elitie. Ckckck.

Gimana gengs menurut kalian? Menurut eyke sih, diem aja lah. Bodo amat politisi mau ngomong apa juga. Wong, mereka kan bisanya cuman ngoomong aja, di luar itu juga ini kan tahun politik, jadi biarin aja deh. Anjing menggonggong kafilah berlalu. Daripada pusing mikirin gonggongannya, mending bobo syantik ajah! Ahahaha. (G35)