Surya Paloh Lupa Makna Demokrasi

Surya Paloh Lupa Makna Demokrasi
Foto : Istimewa
2 minute read

“Demokrasi emang baik, saking baiknya demokrasi bisa buat siapa saja jadi sapi. Siap diternak, siap diperah, bahkan siap disembelih.” ~ Ahmmad Mubarok


PinterPolitik.com

Cuy, katanya sih Partai Nasdem hadir di negeri ini untuk mengubah persepsi masyarakat tentang partai politik. Menurut Surya Paloh selaku Ketua Umum partai tersebut, partai politik saat ini masih dipandang negatif sebagai institusi pengejar kekuasaan.

Nah, bukannya emang begitu ya gengs? Partai politik kan selama ini memang tempat untuk orang berduit atau sanak sodara keluarga elite politisi yang ingin memburu kekuasaan di negeri ini? Ya kalau pun bukan sebagai alat memburu kekuasan, partai politik juga kan biasa dibuat untuk memburu proyekan. Lumayan kan, minimal proyek ngaspal jalan lah. Wkwkwk.

Menurut Surya, dalam sistem yang dianut oleh negeri ini, keberadaan institusi partai politik adalah suatu hal yang fundamental sebagai pilar demokrasi.

Karena itu, dalam acara pembekalan kader Partai Nasdem di Maluku beberapa waktu lalu, ia meminta kepada seluruh kader Nasdem untuk bisa mengutamakan moralitas dan profesionalitas dalam bekerja. Dia tidak ingin partai politik tidak mendapatkan keyakinan dari masyarakat. Sebab, itu merupakan ancaman nyata bagi demokrasi. Weleh-weleh.

Enggak mau ya bang kalau partainya sampai disama-samakan sama partai abang yang dulu. Iya yang dulu itu loh bang, yang lambangnya pohon beringin. Yang kebanyakan kadernya sekarang sudah masuk penjara Sukamiskin. Masa sih lupa bang? Wkwkwk.

Eh tapi sebentar deh gengs, kalau menurut Surya, jika partai politik tidak mengutamakan moralitas dan bersikap profesional dalam bekerja, hal itu bisa membuat masyarakat tidak yakin dengan keberadaan mereka dan bisa mengancam demokrasi. Apa enggak paradoks nih ungkapannya si Surya gengs? Apa? Kok bisa?

Iya bisa lah gengs, doi bilang itu mengancam demokrasi, tapi kok perusahaan media yang dia miliki diboikot sama kubu oposisi ya? Katanya sih, medianya Surya itu menyebarkan berita yang tidak berimbang, jadi diboikot deh sama oposisi.

Jadi paradoks kan, di satu sisi dia biang partai politik harus benar menampung dan bekerja untuk rakyat. Tapi di sisi lain, industri media yang dimilikinya malah menyimpang dari pilar keempat demokras, Click To Tweet

Jadi gimana nih menurut kalian? Apaan? Hust, jangan gitu gengs, mungkin aja kan doi ngomong gitu bukan karena disengaja. Mungkin aja kan Surya ngomong gitu karena kebanyakan minum parasetamol, jadinya gitu deh sedikit ngelantur. Maklum gengs, ini kan tahun politik dan sekarang lagi musim hujan, jadi wajar aja kalau para politisi banyak mengkonsumsi parasetamol. Ehehehe. (G35)