Suara Jokowi: Rakyat vs Parpol

suara Jokowi
Presiden Joko Widodo (Foto:Achmad Ibrahim/AP)
3 minute read

“I hear voices in my head. They council me, they understand, they talk to me,” – Rev Theory, Voices


Pinterpolitik.com

Sering banget gak sih kita denger ada orang yang melakukan sesuatu karena mendengar bisikan-bisikan? Kadang yang gini-gini kita suka sepelekan, tapi mungkin kadang harus kita anggap penting.

Nah, suara-suara ini juga menjadi hal yang penting untuk dipertimbangkan oleh Pak Jokowi untuk mengambil sebuah keputusan besar. Secara spesifik, suara-suara ini penting untuk dipertimbangkan dalam penerbitan Perppu KPK.

Selama ini kan parpol-parpol ini punya suara yang lumayan vokal terkait dengan Perppu tersebut. Nyaris semua partai pendukung Pak Jokowi ini menolak penerbitan Perppu KPK. Ada aja alasannya, mulai dari tidak ada kegentingan, tidak menghormati DPR, dan lain sebagainya.

Parpol ini bahkan punya ancaman mahadahsyat buat Pak Jokowi kalau sampai menerbitkan Perppu KPK. Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh menggulirkan wacana pemakzulan kalau Pak Jokowi sampai membuat Perppu. Seram.


Nah, sekarang ada suara lain yang terdengar selain suara parpol terkait dengan Perppu KPK, suara rakyat! Click To Tweet

Setelah berhari-hari kita hanya mendengar suara dari parpol terkait dengan Perppu KPK, akhirnya ada suara lain. Bukan main-main akhirnya terdengar juga suara dari rakyat terkait dengan rencana regulasi tersebut.

Terus gimana hasilnya? Jadi, berdasarkan survei Lembaga Survei Indonesia (LSI), 73,6 persen masyarakat setuju Pak Jokowi untuk menerbitkan Perppu KPK.

Hayoloh, gimana bapak dan ibu parpol di DPR? Mau gimana lagi? Rakyat akhirnya punya suara tersendiri terkait dengan Perppu KPK dan beda banget, jauh sekali dengan pandangan bapak dan ibu sekalian. Jadi, sebenarnya kader-kader parpol di Senayan ini mewakili siapa ya?

Ya, pasti nanti akan ada berbagai upaya untuk merendahkan hasil survei dari para elite ini, ya kayak pas suara mahasiswa dianggap tidak signifikan dengan berbagai dalih. Tapi hey, bukankah para politisi ini kalau pas Pemilu suka mengagung-agungkan survei?

Nah, terlepas dari hal itu, akhirnya ada suara lain yang bisa membisiki dan mempengaruhi suara Pak Jokowi dan ini bukan main-main, suara dari rakyat!

Pak Jokowi sendiri kan sebenarnya hasil dari suara rakyat. Kayaknya, kemenangan Pak Jokowi lebih dipengaruhi sama suara rakyat daripada suara rakyat yang cuma mengincar efek ekor jas doang. Apalagi, Pak Jokowi sendiri sudah mengakui bahwa dia adalah hasil dari pilihan rakyat.

Nah, kalau kayak gitu, seharusnya Pak Jokowi tidak ragu lagi untuk mengambil keputusan terkait Perppu KPK. Memang ini akan jadi semacam uji nyali beliau di hadapan partai, tapi kan mayoritas rakyat mendukung Pak Jokowi jadi harusnya nyalinya kuat dan tak usah takut.

Mudah-mudahan suara rakyat jadi suara yang dominan berbisik di kepala Pak Jokowi ya. Perkara pemakzulan kan, sudah clear dari banyak ahli kalau tidak ada hubungan langsung antara Perppu dengan pemakzulan.

Sebenarnya, selain soal suara rakyat, ada satu alasan lain lagi nih buat Pak Jokowi untuk menerbitkan Perppu. Masa sih negara kita mau punya undang-undang yang salah ketik? (H33)

► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di bit.ly/PinterPolitik

Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di bit.ly/ruang-publik untuk informasi lebih lanjut.