Seruan Klasik Jaringan 98

Seruan Klasik Jaringan 98
Foto : Istimewa
2 minute read

“Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, tapi perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri.” ~ Bung Karno


PinterPolitik.com

Ini lagi gengs, pada kenapa ya?

Masa percaya sama Tuhan masih harus disuruh? Bukanya sudah jelas ya, negara kita memiliki ideologi Pancasila yang butir pertamanya terkandung seruan yang wajib diimani dan dilaksanakan seluruh masyarakat Indonesia?

Buat yang lupa Pancasila, isi butir pertamanya berbunyi: “Ketuhanan Yang Maha Esa”. Jadi jelas dong gengs? Bertuhan lah, dan berserah lah kepada yang maha Esa.

Memang tahun politik ini seringkali membuat orang jadi gagal fokus, contohnya abang generasi jaman old nih alias para mantan aktivis 98 hehehe.


Mereka kurang minum air Aquwah sepertinya.

Gengs masyarakat Indonesia itu khususnya yang berada di pulau Jawa seluruhnya sudah percaya sama Tuhan, dan seluruhnya juga mengetahui hitungan cepat alias quick count Pilkada kemarin bukanlah menjadi keputusan pemenangan di tiap Pemilu. Semuanya harus menunggu pengumuman KPU.

Mungkin anak Paud juga sudah mengerti ya gengs yang kayak gitu. Percaya dan beriman itu kepada Tuhan, masa mau percaya sama benda mati atau sama tokoh politik tertentu? Upss hehehe.

Nah, ada lagi gengs yang kocak. Masa para generasi old yang mengklaim dirinya sebagai generasi intelek, radikal dan militan ini bicara seperti ini saat mengomentari hasil Pilgub Jabar:

“Tetap semangat dan semangat persatuan di akar rumput walau berbeda pilihan. Banyak melesetnya angka-angka lembaga survei yang klaim dirinya kredibel dan papan atas. Jangan percaya begitu saja.”

Gubrak, emang Pilgub Jabar seperti Pilgub DKI Jakarta sebelumnya? Pake semangat persatuan segala. Wong masyarakat Jabar damai-damai aja pake dihimbau jaga persatuan segala. Udah dewasa kali bang, gak seperti dulu gemarnya sama kerusuhan hehehe.

Ah akika mau ikutan menghimbau juga ah.

Baca juga :
Fahri Hamzah Si ‘Pinkyboy’

“Hallo, untuk semua masyarakat Jabar tetap semangat ya, dan jangan mudah terprovokasi berita hoax buatan oknum-oknum tak bertanggung jawab dan tetap jeli terhadap setiap kebijakan pemerintah. Negara yang maju adalah negara yang dipenuhi masyarakat yang jujur, profesional dan aktif memberikan kontribusinya untuk bangsa dan negara.” (G11)