Sejarah Golput

    Secara sederhana Golput bisa diartikan sebagai sebuah sikap pemilih untuk tidak memilih kandidat yang ada. Mulanya Golput merupakan gerakan politik dari orang-orang yang kecewa terhadap Pemilu. Istilah Golput pertama kali muncul menjelang Pemilu 1971. Saat itu akibat kebijakan-kebijakan Soeharto partai politik yang bertarung jauh lebih sedikit dibanding Pemilu 1955.

    Hal ini menyebabkan kekecewaan dari kelompok pemuda di saat itu, yang kemudian mencanangkan gerakan Golput. Menurut majalah Ekspres edisi 14 Juni 1971. Golput saat itu digambarkan sebagai gerakan datang ke tempat pemungutan suara dan mencoblos bagian putih dari kertas suara di sekitar tanda gambar penunjuk kandidat. Sehingga suara yang diberikan menjadi tidak sah. Salah satu tokoh yang menjadi motor penggerak. Dan menyebut diri sebagai kelompok oposisi itu adalah Arif Budiman atau Soe Hok Djin. Kakak dari Soe Hok Gie.

    Facebook Comments

    Baca juga :
    Tolak Rocky, Tolak Akal Sehat?