Seberapa Ajaib Kartu Nikah?

(Foto Suara.com)
2 minute read

Nikah itu memindahkan tanggung jawab, menyesuaikan dua kepala jadi satu.” ~Aqessa Aninda


PinterPolitik.com

Gaes, kalian sadar nggak sih, kalau di masa pemerintahan Presiden Joko Widodo, kita sekarang jadi kayak kolektor kartu. Kayaknya, hobi banget gitu pemerintah mengeluarkan kartu. Bener nggak?

Coba bayangkan gaes, paling nggak sekarang kita punya Kartu Indonesia Pintar, Kartu Indonesia Sehat, Kartu Tanda Penduduk, terus sekarang muncul lagi Kartu Nikah. Lama-lama itu dompet isinya bukan duit ya, tapi kartu. Belum ditambah kartu ATM, kartu kredit, kartu belanja, kartu asuransi, kartu e-money dan lain-lain. Wkwkwk.

Tapi kartu nikah ini sebenarnya boleh juga ya. Praktis, para pasutri jadi nggak perlu repot-repot bawa buku nikah kalau berpergian. Terus juga canggih, bisa terhubung langsung dengan aplikasi Sistem Informasi Manajemen Nikah (SIMKAH), nggak bisa bohong juga. Jadi yang suka ngaku-ngaku udah nikah perlu hati-hati ya. Mending langsung minta dilamar dahhhEhmm…ehm

Kartu nikah itu bukan pengganti bukan buku nikah. Click To Tweet

Tapi sebenarnya seberapa perlukah kemenag meluncurkan kartu nikah ini? Kalau kata mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mohammad Mahfud MD, kartu nikah itu nggak diperlu-perluin amat. Malah menurutnya, kartu nikah model ATM begitu malah lebih rawan hilang.

Doi juga nampaknya nggak terlalu senang dengan inovasi kemenag tersebut. Menurutnya peluncuran kartu nikah itu biasa saja. Bukan sebuah kreativitas yang luar biasa.

Berbeda dengan Mahfud MD, Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Ace Hasan sangat menyambut baik inovasi tersebut. Doi cuma berharap, produksi kartu nikah ini bisa dilakukan secara transparan.

Wah, kalau urusan transparan gini, harusnya nyenggol KPK juga ya. Gimana nih menurut mereka?

KPK sendiri meminta Menag Lukman Hakim Saifuddin meninjau ulang rencana pengadaan kartu nikah yang mulai diberikan akhir November karena dikhawatirkan tidak efisien sebab pembuatannya yang murah.

Wakil Ketua KPK Saut Sitomorang mengatakan, kita harus berkaca dari proyek pengadaan e-KTP, yang faktanya tak sesuai perencanaan dan dikorupsi.

Nah, bener banget! Apalagi kan katanya buku nikah akan tetap eksis, jadi kita bakalan punya double bukti menikah gitu kan? Kalau begitu pemborosan nggak? (E36)