Saran PAN Sangat Menjerumuskan!

Saran PAN Sangat Menjerumuskan!
Foto : Istimewa
2 minute read

 “Membungkam suara tidak melulu dengan cara menutup mulut dengan telapak tangan kita.”


PinterPolitik.com

Wakil Ketua Umum DPP PAN, Viva Yoga Mauladi menanggapi isu masjid di lingkungan pemerintahan yang disebut banyak teradikalisasi. Menurutnya, konten ceramah di masjid berkaitan dengan almamater penceramahnya.

Ia mengatakan, penceramah di masjid memiliki latar belakang, ilmu, dan pemahaman keagamaan berbeda-beda, sesuai dengan asal perguruan tinggi atau pondok pesantrennya. Dalam isi ceramahnya, mereka tentu bervariasi.

Viva menyampaikan, beberapa hal yang tidak perlu ada dalam isi ceramah seorang penceramah ialah ujaran kebencian, mempersoalkan perbedaan suku, agama, ras, antargolongan sebagai bahan untuk memecah-belah NKRI. Jika ada penceramah yang masih promosi akan berdirinya negara Islam Indonesia, atau menghujat agama, suku, dan keyakinan masyarakat lain, maka perlu diberi teguran dan peringatan.

Hmm, btw siapa ya yang berani negur penceramah keagamaan? Kalau eyke sih enggak berani gengs, ngeri lawannya ulama! Kalau lawannya preman sih masih oke, lah ini ulama coy! Salah-salah dikit bisa kelar dibakar sama umat-umat di luar sana. Ehehehe, eh eyke ngomong gini enggak ada maksud menghina atau mengecilkan tokoh-tokoh beragama loh ya! Awas loh dituduh yang enggak-enggak! Click To Tweet

Menurut Viva, pemerintah juga perlu membina, memonitor penceramah dan isi ceramahnya agar hal yang disampaikan dapat memperkuat Pancasila sebagai ideologi negara. Saat ditanya mengenai pernyataan Badan Intelijen Negara (BIN) yang menyebut 41 masjid di lingkungan pemerintahan terpapar paham radikal, Viva menilai pernyataan tersebut bersifat imbauan.

Kemungkinan BIN mengangkat isu itu dalam rangka untuk mem-warning agar potensi radikalisme jangan sampai tersosialisasi secara masif di masyarakat sehingga akan membenturkannya dengan ideologi nasional.

Nah, gengs kalau menurut kalian sendiri gimana nih, apa mungkin pemerintah bisa mulus membatasi ceramah para ulama dan akhirnya kita sebut Jokowi adalah rezim yang otoriter? Eh, eyke nanya gini sesuai nalar pikirannya Viva ya. Soalnya kan dia yang bilang pemerintah harus menyaring dan mengawasi ceramah ulama. Kalau pemerintah menyaring dan membatasi ceramah ulama, boleh dong kita bilang pemerintah Jokowi hobi membungkam suara? Ehehehe. (G35)