Sandiaga-Erick Simbol Kapitalisme Indonesia?

Sandiaga-Erick Simbol Kapitalisme Indonesia?
Foto Istimewa
3 minute read

“Kebahagian diciptakan dari diri sendiri, begitu pun uang bisa menjadi pencipta kebahagiaan dalam diri!”


PinterPolitik.com

Sekretaris Jenderal Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Kadir Karding, berharap Pilpres 2019 akan lebih sejuk karena pihak-pihak yang terlibat kontestasi, di antaranya Erick Thohir dan Sandiaga Uno, merupakan sepasang sahabat.

Erick saat ini menjadi sebagai Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf, sedangkan Sandiaga merupakan calon wakil presiden pendamping Prabowo Subianto.

Menurut kalian, apa yakin Erick akan maksimal menjadi Ketua TKN Jokowi? Click To Tweet

Bila mengingat suara desir angin yang berseliweran membawa gosip, katanya Erick itu pernah berhutang budi kepada Sandiaga berupa bantuan finansial di saat perusahaan milik Erick terancam runtuh. Di luar itu Erick juga menjadi sahabat dekat Sandiaga saat mereka berada di Amerika Serikat dan yang terpenting, Erick itu tidak berpengalaman mengurus persoalan politik.

Jadi, apa mungkin Erick akan berhasil memenangkan Jokowi di Pilpres 2019?


Nah, kalau kalian berada di posisi Erick, apa yang akan kalian lakukan? Tetap tega mengalahkan Sandiaga dan tetap berjuang memenangkan Jokowi aja tanpa pedulikan Sandiaga? Trus jika nanti kalian sudah berhasil menangin Jokowi di Pilpres 2019, kalian mau bagi-bagi proyek aja sama Sandiaga, dengan catatan Jokowi dan koalisi enggak ada yang tahu. Wkwkwk.

Intinya gengs kalau menurut Karding, hadirnya Erick dan Sandi di Pilpres 2019 akan membantu suasana menjadi lebih damai, lebih sejuk, karena hal-hal yang dianggap riskan, atau mengarah pada sesuatu yang panas, bisa diselesaikan dengan komunikasi dan koordinasi.

Jadi menurut Karding hal itu positif dan ke depan Pilpres akan berjalan baik, komunikasi dan koordinasi antara kedua tim kampanye paslon dapat terjalin baik, sehingga Pilpres akan dapat memberi edukasi politik, demokrasi, serta edukasi gagasan yang baik untuk masyarakat ke depannya.

Hmmm, masa masyarakat cuman dapat edukasi aja sih pak? Kasih juga dong keadilan dan kesejahteraannya. Kasihan loh masyarakat yang tua dan menengah ke bawah, kayaknya mereka enggak butuh edukasi politik lagi deh pak. Mereka itu butuhnya jaminan dan kesejahteraan yang layak. Betul apa betul gengs?

Sekarang gimana kita mau sejahtera coba, mbok strategi menjadi Presiden aja udah pakai konsep “NASAIN” alias Nasionalis, Agamis, Insan bisnis (kapitalisme). Mana ada sih paham kapitalisme pro ke rakyat kecil? Kalau pun ada, ajarin eyke dong gengs. Hehehe, kali aja kan eyke yang minim bacaan dan diskusi, jadi asal nyablak.

Intinya kalau dari eyke sih gengs, mau Jokowi atau pun Prabowo menjadi presiden, negara ini tetap saja diragukan memiliki masa depan yang baik dengan masyarakat yang bahagia seutuhnya. Atau bisa jadi negara ini memiliki masa depan yang baik, tapi masyarakat yang bahagianya dia lagi, dia lagi gengs! Wkwkwk.(G35)