Sandi Peduli Anak Bawang

Sandi Peduli Anak Bawang
3 minute read

“Anak laki-laki yang baik tidak pernah meneriaki wanita, apalagi membuatnya sedih dan tersakiti.” ~ Tere Liye


Pinterpolitik.com

Cawapres nomor urut 02 Sandiaga Salahuddin Uno menyempatkan diri bertemu dengan  para petani bawang merah yang ada di Desa Sajen, Mojokerto. Para pedagang pun secara kompak curhat ke Sandi soal anjloknya harga bawang merah.

Para petani mengaku sekarang harga bawang merah jatuh sekali, hanya Rp 3 ribu per kilogram. Biaya produksinya saja sekarang di atas itu. Selain itu, para petani juga mengeluhkan sulitnya mendapatkan bibit yang unggul guna menghasilkan bawang yang baik.

Oleh karena itu, tidak hadirnya pemerintah dalam kasus ini menjadi kunci utama bagi Sandi untuk menyerang Jokowi! Eh maksudnya, kunci bagi Sandi untuk mangatasi persoalan tersebut. Menurut Sandi, salah satunya adalah melalui pendampingan sebab tingginya permintaan bawang merah di Indonesia.

Hmm, emangnya anak taman kanak-kanak bang harus didampingi segala? Solusi dong bang! Jangan bilang nanti solusinya impor dari luar negeri lagi sebab permintaan yang selalu tinggi itu. Weleh-weleh Click To Tweet.

Lantas, mengetahui tingginya harga jual bawang merah tersebut, Sandi merasa memiliki kesempatan dalam kampanye untuk menjelaskan beberapa program yang ia susun bersama Prabowo terkait kesejahteraan para petani bawang. Salah satunya melalui penetapan harga yang tidak merugikan para petani. Hmm, tapi merugikan pembeli bang? Wah bahaya juga ya.

Eh tapi gapapa sih, yang penting kan produk dalam negeri. Terutama, yang terpenting bawang merahnya enggak kalah sama kualitas impor ya bang? Awas loh kalau harganya mahal, tapi kualitasnya jauh sama produk luar negeri. Cinta produk nasional sih cinta, tapi kalau kualitasnya asal-asalan juga pusing kali bang.

Wahai gengs, bagaimana menurut kalian? Apa mungkin Sandi bisa konsisten meningkatkan hasil panen di sektor pertanian Indonesia terkhusus untuk bawang merah? Yakin nih? yakin enggak kayak yang sudah-sudah bilangnya mau daulat di sektor pangan, eh malah jadi negara darurat pangan alias barangnya impor semua. Ckckck.

Intinya mah gengs, Sandi ingin ada penetapan harga yang wajar bagi hasil panenan petani sebab ia ingin petani juga merasakan keuntungannya. Ada batas bawah dan batas atas gitu maksudnya, sehingga mereka bisa terus mengembangkan dan meningkatkan kesejahteraannya. Sandi meyakini betul tidak akan melakukan impor bawang merah sebab kebijakan itu menghantam harga dan juga mengakibatkan petani ini tidak bisa bersaing.

Betul tuh bang, tapi awas loh enggak konsisten. Bisa jadi bukan dihujat sama cebong aja tuh bang, tapi petani dan nelayan ikutan ngehujat bang kalau nggak konsisten! Enggak terkecuali saya loh bang! Jangan sampai ngomong doang kayak: “Anjing menggonggong khafilah berlalu”. Terus jadinya Bang Sandi yang malah menangis sambil ngiris bawang karena didemo orang-orang. Asal bawangnya produksi dalam negeri ya bang? Wkwkwk. (G35)