Sandi Ngayal Bayar Utang

Sandi Ngayal Bayar Utang
Foto : Istimewa
3 minute read

“Hati-hati jatuh di lingkar utang. Sekali terpeleset, sensasi ingin lagi pasti akan terus menggentayangi! Apa lagi ngutangnya itu ngutang janji! Hayo, siapa nih menurut kalian yang sukanya janji tapi tidak ditepati?”


PinterPolitik.com

Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan ekonomi Indonesia harus mandiri. Hal ini karena negara ini kaya akan alamnya, pasar dan tenaga kerja, serta ditambah bonus demografi di tahun 2020.

Sandi sangat percaya Indonesia bisa mandiri dan mengurangi ketergantungan pada asing, dengan menggenjot produksi nasional serta membatasi impor bahan-bahan yang bisa diproduksi di dalam negeri.

Hal tersebut disampaikan Sandi di depan para peserta diskusi yang kebanyakan perempuan, emak-emak dan milenial, saat mereka mengeluhkan ekonomi yang sulit. Sandi juga mengaku “gemes” melihat ekonomi bangsa ini yang belum bisa mewujudkan kesejahteraan untuk rakyatnya. Ekonomi semakin berat, Indonesia dibebani dengan utang. Katanya, Insya Allah di era Prabowo-Sandi, utangnya akan dicicil hingga lunas.

Ea ea ea, bisa aja bang ngibulin rakyat dengan cara itu. Tapi, gapapa deh, daripada cara ngibulnya ngikutin gaya Jokowi. Uppss bercanda ya. Ahahaha.

Gimana nih menurut kalian terkait utang dan ekonomi sulit? Kalau menurut saya mah Sandi jangan jauh-jauh deh ngomongin lunasin hutang dan ekonomi yang semakin sulit! Kalau doi beneran peduli sama rakyat, ngapain coba doi buru-buru mau jadi wapres? Ngurus Jakarta aja belum kelar dan belum terbukti, udah ditinggal-tinggal. Emang enggak ngeri apa jadi kayak Jokowi yang pergi gitu aja ninggalin Jakarta?

Lagian juga semua yang Sandi katakan, seperti lunasi utang negara yang bertriliun-triliun itu emang semudah seperti apa yang dia bayangkan? Emangnya gampang apa menyingkirkan kelompok komprador? Emang gampang mematikan mafia-mafia yang sudah hidup cukup lama? Weleh-weleh.

Oh iya cuy! Terkait ekonomi yang dibilang Sandi, memangnya pemerintah doang ya yang akhirnya menjadi instrumen tunggal yang wajib disalahkan? Kenapa sih kita selalu menuntut negara ini untuk memberikan semuanya pada kita? Kenapa sekali-sekali enggak kita balik aja logikanya seperti ilustrasi ini:

Pemerintah: “Waduh, kalian minta terus sama saya! Besok minta ini, nanti minta itu, lusa mau begini, dan kemarin saja sudah jadi gini. Kenapa sih kalian kok banyak banget mintanya?”

Rakyat: “Lah iya lah, kita kan sudah bayar pajak. Masa kita yang bayar pajak, kita juga yang disalahkan?”

Pemerintah: “Iya sih, kalian sudah bayar pajak, tapi apalah daya, aku kan juga tidak berdaya. Kenapa kalian tidak menuntut saja kepada pemilik modal, kepada elite politisi, kepada aktor ekonomi yang memiliki kuasa penuh teradap kontrol negeri?”

Rakyat: “Wah benar juga ya! Kenapa kita tidak minta para politisi, atau pengusaha kayak Sandi Uno, dan beberapa pemeran ekonomi di negeri ini menciptakan peluang untuk kemajuan negeri ya? Hmm, oke lah kalau gitu. Terima kasih ya telah menyadarkan. Kami sadar negara maju atau tidaknya tergantung pada kita semua. Kita harus berpikiran lebih maju lagi”. (G35)