Sandi Keki Anies Bertemu JK

Sandi Keki Anies Bertemu JK
Istimewa
2 minute read

“Nggak kenapa-kenapa. Wakil Presiden ketemu sama Gubernur kan sangat normal. Jadi jangan dibaca dari konteks soal politik. Mungkin melaporkan Asian Games atau kesiapan Lebaran, dan sebagainya.” ~ Wakil Gubernur DKI jakarta, Sandiaga Uno.


PinterPolitik.com

Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta saat ini memang bukan pasangan yang termesra. Meski gitu, setidaknya Sandiaga Uno tetap selalu ingin bersama Anies Baswedan hingga masa jabatan usai. Uuu, co cwit banget gak sih mereka! Tunggu dulu, itu mah kegeeran Sandi aja. Kalau Anies mah ogah berlama-lama sama Sandi. Mending dia Nyawapres. Iya gak?

Tuh buktinya Minggu malam lalu, Anies melipir ke rumah dinas Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK). Padahal, JK esoknya harus sudah berada di Jepang menghadiri Konferensi Future of Asia. Segitu urgent-nya ya sampe Anies bela-belain dateng bertemu JK. Kalau bukan obrolan penting, kayaknya eike rasa gak mungkin ya.

Sandi Keki Anies Bertemu JK

Ya curiganya sih, orbolannya terkait potensi dipasangkannya Anies sebagai Cawapres dari Prabowo Subianto. Ya, besar kemungkinan ada potensi obrolan ke arah sana, tapi si Sandi ogah mengamini tuh. Dia lebih percaya kalau pertemuan itu hanya sekedar membahas kesiapan Jakarta untuk event Asian Games 2018.

Ini baru yang namanya statement menghibur diri sendiri, hahaha. Pasti di dalem hati, Sandi lagi bete berat tuh ngeliat pertemuan Anies sama JK. Secara kan gosipnya yang mengusung nama Anies untuk Pilkada Jakarta kemarin, adalah si JK. Dan gegara JK, Sandi yang harusnya jadi Gubernur, eh jadi Wakil Gubernur.

Jadi, wajar aja kalau Anies tampak semangat menemui JK di tengah padatnya jadwal Wakil Presiden kita yang satu itu. Ya mirip-mirip kayak bertemu ‘majikan’ gitu deh, ups. Jadi setiap ada wacana Anies maju mendampingi Prabowo dalam Pilpres 2019 mendatang, Sandi pasti mupeng. Jadi Wagub kok baperan sih.

Baca juga :
Formula E, Anies Siap Mengebut?

Rasanya liat cowo iri sama cowo lain itu, gimana gitu yah! Kayak agak aneh aja. Karena bagaimanapun juga, penilaian sesama mereka itu gak cukup obyektif dan cenderung bertele-tele. Seperti yang dikatakan filsuf Desiderius Erasmus (1466-1536): “Nothing is as peevish and pedantic as men’s judgments of one another.” (K16)