Sandi Buat Anies Merana

Foto : Istimewa
3 minute read

Mengerjakan hal-hal hebat itu sulit, tapi memerintahkan hal-hal hebat lebih sulit lagi.


PinterPolitik.com

Gini loh gengs, sebenarnya ane masih terngiang dengan ungkapan Fadli Zon yang katanya Prabowo itu tidak butuh pasangan yang mengejutkan untuk Pilpres di tahun 2019. Katanya Prabowo sendiri sudah cukup mengejutkan untuk kemenangannya di tahun depan. Uuuu, gokil enggak tuh?

Nah, kalau kalian sendiri kemarin dengar nama Sandiaga Uno yang jadi cawapresnya Prabowo, gimana, apa kalian enggak terkejut? Wkwkwk.

Kalau ane sih kemarin dengarnya tuh sampai pingsan dan tertidur. Nah dalam tidur itu ane mimpi lagi nonton tv sembari lihat deklarasi Prabowo, eh ternyata ane malah pingsan lagi di dalam mimpi itu! Edan enggak tuh gengs. Hahaha.

Mungkin nih gengs, Prabowo sedang pusing sampai akhirnya harus milih Sandi jadi cawapres. Sebab lawanya Prabowo itu Jokowi-Ma’ruf Amin. Wakakaka, kalau ane di posisi Prabowo juga kaga dah, masa Ulama senior dilawan sama Ulama yang lebih muda. Nanti dikira adu domba lagi huft.

Kalau menurut redaksi PinterPolitik, mengapa Prabowo memilih Sandi dibanding yang lain adalah karena Sandi dapat dikatakan sebagai sosok yang Nasionalis Agamis dan Insan Bisnis atau disingkat NASAIN. Gimana nih menurut kalian?

Oh iya gengs, tapi di luar itu semua, ane sih cukup salut deh sama Anies Baswedan karena harus mengikhlaskan wakilnya itu maju sebagai cawapresnya Prabowo, uluh-uluh. Kalau kata orang-orang, berat loh ikhlas itu. Wkwkwkw.

Padahal dua bulan belakangan ini justru nama Anies santer sekali loh terdengar kalau ia adalah sosok yang netral dan memiliki elektabiltas yang tinggi. Bahkan Sandi sempat mengakui bahwa Anies sempat masuk bursa cawapres dari Partai Gerindra. Weleh-weleh.

Sandi juga sempat menceritakan, pada awalnya Prabowo menetapkan pilihan utama kepada rekan politiknya itu. Namun, Anies menolak pinangan tersebut. Katanya sih Anies mengatakan akan fokus di Jakarta. Ah masa sih pak, bukan nutup-nutupin aja nih? Wkwkwk.

Penolakan itu disampaikan secara pribadi, ketika Sandi diundang untuk duduk bersama dengan Anies dan Prabowo. Kepada kedua politikus senior Partai Gerindra itu, Anies berkata ingin menuntaskan rencana dan janji-janjinya untuk warga Jakarta.

Widih, jadi enggak ada dusta nih ya di antara kalian berdua? Ahaha, dari hasil diskusi dan konsultasi dengan Anies, akhirnya diputuskan lah Sandi untuk mundur dari jabatan Wakil Gubernur dan melepas posisinya sebagai Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra. Asli, ini demi rakyat, demi cawapres atau demi bisnis nih Bang Sandi? Ehehehe.

Nah kalau menurut kalian, apakah kisah diskusi itu nyata? Atau hanya kiasan saja? Hahaha. Intinya gengs, siapapun kandidat Pilpres di tahun depan kita harus tetap fokus sama visi misinya, bukan sama sosoknya saja.

Setelah mereka semua terpilih, kita harus tetap fokus untuk memantau apa yang telah mereka janjikan untuk Indonesia di lima tahun ke depan. Gimana, sepakat kan gengs? (G35)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here