Rumah Anies Bikin Baper?

rumah dp 0 rupiah
Anies Baswedan dan Sandiaga Uno. (Foto: Dawainusa.com)
2 minute read

“Yang tergelap di dunia adalah rumah kekasih tanpa Kekasih.” ~Jalaluddin Rumi


PinterPolitik.com

Berita soal realisasi kebijakan Gubernur Anies Baswedan datang silih berganti. Seperti wafer, berlapis-lapis, nggak abis-abis. Ya, gimana dong, janji kampanyenya juga banyak. Wkwkwk.

Satu tahun berlalu, satu per satu janji Anies mulai terwujud. Bagaimana rupa DP nol rupiah ala Anies Baswedan? Optimis gaes, semoga jadi menguntungkan rakyat! Wkwkwk

Ngomong-ngomong, apa cuma aku yang mengira kalau kebijakan ini dimaksudkan untuk pembangunan rumah tapak? Ternyata rumah yang dibangun berbentuk rumah susun.

Ya, kalau ditelisik lagi, Anies-Sandi pada waktu kampanye dulu memang hanya merancang instrumen pembiayaan rumahnya aja, yang tanpa down payment itu. Masalah bentuknya apa, konon bisa jadi rumah tapak atau juga rusun.

Apakah di sini ada yang merasa tertipu? Ehhh…

Peletakan batu pertama di rumah susun pertama dengan DP 0 rupiah sudah dilakukan pada 18 Januari 2018. di Kelapa Village, Pondok Kelapa, Jakarta Timur. Nah, 12 Oktober lalu Anies pun meluncurkan program rumah DP nol rupiah ‘Samawa’. Sedangkan pendaftaran akan dimulai pada 1 November 2018.

Rumah Susun DP 0 Rupiah mulai buka pendaftaran tuh. Ada yang minat? Click To Tweet

Waduh, namanya bikin baper ya. Samawa, sakinah mawadah warahmah? Uwuwuwuw, berasa diucapin selamat menikah. Ehhh…

Kriteria dan skema pembiayaan rusunami DP nol rupiah sudah ditetapkan pada Pergub Nomor 104 Tahun 2018 tentang fasilitas pembiayaan perolehan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

Pergub yang ditandatangani Anies Baswedan itu diterbitkan tepat pada hari peluncuran rumah DP nol rupiah. Sok ya sobat-sobat kisminque, kalau minat bisa daftar di kantor Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman, serta ada di lima kantor wali kota Jakarta.

Baca juga :
22 Mei, Mega vs Titiek?

Rusunami Klapa Village rencananya dibangun 21 lantai dengan total 780 unit hunian yang dibagi menjadi tipe hunian 21 dan 36. Harga yang ditawarkan pun untuk tipe 21 berkisar Rp 184 juta-213 juta, sedangkan untuk tipe 36, yaitu Rp 304 juta-310 juta.

Cusss, buru booking. Nanti masalah suku bunga 15 tahun kedepan biar pemerintah yang pusing. Cuma masalahnya, APBD bisa jamin nggak? Hayooo… (E36)

Facebook Comments