Romantisme JK, Prabowo, Sandi

Romantisme JK, Prabowo, Sandi
Prabowo-Sandi saat di rumah dinas Jusuf Kalla. (Foto: Kumparan)
2 minute read

“Apakah sebuah kemalangan dan rasa sakit fisik selalu membangkitkan romantisme pada diri seseorang?” ~Netty Virgiantini


PinterPolitik.com

Silaturahmi merupakan upaya perpanjangan umur bagi sebagian umat manusia yang percaya. Sedangkan bagi politisi, silaturahmi bisa jadi bentuk usaha untuk saling melobi atau mendapatkan simpati, yang kebanyakan hanya fatamorgana. Hehehe.

Ya, politik bisa mengubah kawan menjadi lawan, atau sebaliknya. Semua serba dinamis, tergantung kebutuhan, kira-kira rakyat akan lebih simpati jika bagaimana? Oh, bersilaturahmi dengan si A? Oke, mari kita lakukan! Oh, harus dekat dengan kelompok B? Yuk, dirangkul! Begitu…

Ehh, tapi tenang gengs, mungkin tidak semua politisi seperti itu. Bagaimana dengan persahabatan Prabowo dan Jusuf Kalla? Meski pernah menjadi lawan pada ajang pemilihan presiden, tampaknya persahabatan mereka tetap romantis, apalagi menjelang waktu-waktu pemilu seperti ini. Uluhuluh, akrabnya… Prabowo bahkan sempat meminta restu JK perihal pencalonannya di Pemilihan Presiden 2019.

Menurut JK, ini kan politik, kita hanya bersaing, kalau menang, hanya dapat jatah lima tahun berkuasa. Tapi, persahabatan harus puluhan tahun.

Wah, harusnya mereka bisa menjadi contoh relationship goals bagi kita semua, jika saja mereka saling mendukung satu sama lain di setiap kompetisi. Bukankah harusnya teman saling mendukung? Saat ini Prabowo melenggang berpasangan dengan Sandi, mengapa JK dikabarkan mau jadi dewan penasihat tim pemenangan calon sebelah? Teman kok gitu sich?

Ya, bisa saja mereka memang benar-benar berteman, namun berbeda pandangan politik, berbeda kepentingan. Dalam politik, jika ingin membantu kata kunci pentingnya kan, ‘Kalau gue dukung, lu mau kasih gue apa’, kalau jawabannya cocok, ya temenan, kalau nggak, jadi rival. Kayak kamu ke aku, suka dateng kalau ada maunya, kalau nggak buat minjem uang, nawarin MLM. Suka sebel aku tuh

Baca juga :  Jokowi-Prabowo, Belajarlah dari AR Baswedan

Ehh, tapi gengs, kemarin doi sempat bilang ingin di posisi netral, loh, soalnya doi kan masih menjabat sebagai wakil presiden.

Hm, jadi sebenarnya bagaimana sih maunya Pak JK? Bilang netral tapi dikabarkan jadi tim penasihat kubu Jokowi-Ma’ruf. Apa setelah pertemuan dengan Prabowo-Sandi, kemudian timbul harapan untuk memiliki juga? Ada tawaran yang lebih menggiurkan ya? Ups! Tapi bisa jadi itu hanya perkataan basa-basi, gengs. Biasa, orang kita kalau nggak basa-basi suka jadi basi. Ya khannn?

Setelah pertemuannya dengan JK, Prabowo dan Sandi berencana mengunjungi Presiden Jokowi seusai hari kemerdekaan 17 Agustus. Prabowo mengatakan, kunjungan tersebut demi terlaksananya demokrasi yang dewasa, baik, dan santun.

Okelah kalau begitu, mari kita tunggu cuplikan-cuplikan romantisme Prabowo-Sandi dengan tokoh lainnya. Biar suasana politik makin gurih-gurih enyooiii. Hehehe. (E36)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here