Roman Picisan PPP

PPP Comot Caleg Prematur
Romahurmuziy, Ketua Umum PPP. (Foto: Merdeka)
2 minute read

“Waktu dan jarak akan menyingkap rahasia besarnya, apakah rasa suka itu semakin besar, atau semakin memudar.”  ~ Tere Liye


PinterPolitik.com

Romahurmuziy a.k.a Romi, Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) semakin agresif menuju Pemilihan Presiden 2019. Weeewww! Ngebet banget sih. Emang mau ngincer jadi apa sih? Weleeeeh weleeeeh.

Tapi sayangnya, Presiden Jokowi jadi pelampiasan kegenitan Romi. Hmm, tau aja siapa yang akan berpotensi menang jadi genitnya ke Jokowi. Ahahay paling tau emang dah weleeeeh weleeeeh.

Apalagi sudah mengikatkan komitmennya mendukung Jokowi sebagai Presiden dua periode, hadeuuuhh itu sih namanya manis – manis biar, hmmm apa ya? Wkwkwk.

Tapi genitnya Romi ini pakai kode – kode yang membuat orang bertanya – tanya, maksudnya Romi apaan sih? Mau ngegombal tapi malah pake istilah lampu merah segala weleeeeh weleeeh.


Kalau politikus agak retoris sedikit ke ngegombalnya, eh ini malah kode-kodean pake istilah lampu merah, hadeuuuh. Ampunn dah ah. Harusnya pake istilah senja di lautan asmara atau apa kek gitu, hadeuh.

Kalau di lampu merah, kata Romi, itu ada tiga warna. Tapi setidaknya dua warna yang sangat terasa fungsinya. Merah untuk berhenti dan hijau untuk jalan kembali.

Eeettt, kode amat ya. Bilang aja sih pengen ada koalisi antara PDI Perjuangan yang mengusung Jokowi di Pilpres 2014 kemarin, dengan koalisi sama PPP juga. Inget loh, PDIP itu identik dengan warna merah dan PPP warnanya hijau. Kodenya gampang diartikan kan? Weleeeeh weleeeeh.

Tapi pertanyaannya, emangnya Jokowi bakal diusung PDI Perjuangan lagi? Waduh, entahlah. Tapi lain kali lebih retoris dong kalau mau ngegombal, weleeeeh weleeeeh.

Tak kehabisan kata – kata. Romi lagi dan lagi menggombal dengan menceritakan perjuangan masa lampau. Ingatkah engkau, dahulu merah dan hijau pernah bersatu dalam perjuangan.

Baca juga :
Fadli Zon Kuda Troya Jokowi

Woailaaaaahhh, apaan sih? Hmmm, kata Romi, itu loh duet Megawati dan Hamzah Haz sebagai Presiden dan Wakil Presiden pengganti Gus Dur.

Oh itu, lah bukannya dulu kata Hasto Kristianto duet itu terpaksa dipasangkan oleh MPR? Nah loh, Romi memaksa mau begini lagi?

Emang siapa yang mau jadi pendamping Jokowi dari PPP sih? Weedeew! (Z19)