RK: Jabar Bukan Keset!

RK Jabar Bukan Keset
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. (Foto: Politik Today)
2 minute read

“Barangsiapa ingin mutiara, harus berani terjun di lautan yang dalam.” ~Ir.Soekarno


PinterPolitik.com

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil akhirnya resmi dilantik. Dia pun menyambut warga Jawa Barat dengan suka cita dan semangat membara. Semangat untuk meminta ‘jatah’ lebih banyak dari pemerintah pusat. Yo ayo yo….

Jadi gini gaes, bukannya mata duitan atau apa, kemarin itu gubernur kasep satu ini mengeluarkan beberapa uneg-uneg menyakitkan dalam pidatonya di hadapan warga Jawa Barat di Gedung Sate, Bandung. Katanya, Jawa Barat itu kurang diperhatikan pemerintah, tapi sering dijadikan bahan kampanye para calon presiden.

Menurut RK, selama ini Jabar hanya dijadikan keset menjelang Pilpres. Dielu-elukan sebagai provinsi terbesar dengan konstituen terbanyak. Tapi dikasih uang jajannya dikit. Sedih pastinya yahhh…

RK menilai, anggaran Pemprov Jabar yang selama ini diberikan pemerintah pusat belum maksimal. Dia pun membandingkan APBD Jabar dengan Sumatera Selatan. Menurutnya, Sumatera Selatan APBD-nya Rp 10 triliun, tapi dapat bantuan dari pusat Rp 30 triliun. Kenapa?

Sering disanjung-sanjung saat Pilpres, tapi duit jajan cuma dikasih seadanya. Wahai pemerintah pusat, kau anggap Jawa Barat apa? Click To Tweet

Hal tersebut dikarenakan mereka jago melobi. Jabar APBD-nya Rp 30 triliun-an, tapi bantuan dari pusat sedikit. Nggak sesuai dengan luas wilayah dan jumlah penduduk Jabar yang seabrek.

Ia menyebut, kalau Jabar itu harus terhormat dan punya daya tawar politik. Jangan mau dimanfaatkan dan disanjung saat pilpres. Siapa pun presidennya, Jabar harus punya pressure politik. Pepet terus sampai dapat jatah maksimal pokoknya yah. Mantap pisan lah Kang Emil.

Salah satu upaya yang akan dicoba adalah dengan mengusahakan adanya daerah otonomi baru (DOB) atau pemekaran wilayah. Dengan adanya pemekaran, dia menilai kucuran dana dari pusat bisa lebih banyak, eh dimaksimalkan maksudnya. Wkwkwk.

Hmm, semangatnya Kang Emil boleh juga. Tapi jangan lupa untuk jaga hati, iman, dan akal sehat agar tidak terjerumus pada lubang hitam korupsi, ya. Semoga Kang Emil bisa menjadi panutan bagi para pejabat lainnya.

Kerja serius dan ikhlas. Mudah-mudahan bisa jadi bekal untuk maju di pilpres kemudian hari. Hehehe, siapa tahu loh ya, juga kepengen nganu… (E36)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here