Rizal Ramli Salah Omong Lagi?

rizal ramli minta maaf
Rizal Ramli. (Foto: Katadata)
2 minute read

“Seharusnya cinta saling memaafkan meskipun cinta tak mungkin salah.” ~Dian Nafi, Just in Love


PinterPolitik.com

Negeri ini sudah amat dipusingkan dengan berbagai berita tak mengenakkan yang berseliwaran tak kenal waktu. Ya, soal bencana alamlah, Nikita Mirzani musuhan sama Kiki The Potters-lah, acara Uya Kuya kembali ditegur KPI-lah, dan berbagai berita buruk lainnya. Wah, lelah Hayati dibuatnya.

Sebenarnya berita-berita di atas aja itu udah cukup mengaduk-ngaduk perasaan, ehhh, ditambah lagi ada kabar kalau Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati bakal menerbitkan Surat Berharga Negara (SBN) hingga US$ 2 miliar dengan yield atau imbal hasil tinggi sebesar 11,625 persen pada bulan Maret 2019. Kabar tersebut menyebar di seantero grup WhatsApp gibah eike. Duh, bener-bener bikin deg-degan.

Dilalah broadcast WhatsApp tersebut dipublikasikan oleh mantan Koordinator Bidang Maritim Rizal Ramli di akun Twitter pribadinya. Doi ini kan salah satu ahli ekonomi kenamaan. Jadi pernyataan doi makin menguatkan isu yang udah terlanjur bikin kepala cenat-cenut tersebut.

Pemerintah jangan sampai kecanduan utang dong ah... Click To Tweet

Dalam cuitannya, doi bilang kalau imbal balik yang ditawarkan pemerintah kita tertinggi di kawasan, padahal Vietnam keluarkan surat utang hanya dengan yield 5%.

Kalau menurut pertimbangan Rizal, penerbitan SBN itu memang bakal menguatkan rupiah, tapi beban utangnya juga makin banyak. Kreditor pesta pora, rakyat semakin terbebani. Tak lupa dia juga menyebut Kemenkeu ngawur.

Ehh, tapi nggak lama setelah posting tulisan tersebut, dia kemudian mengaku keliru dan minta maaf. Dia menjelaskan yield 11,625% adalah surat utang lama RI. Bukan rencana surat utang baru.

Hmmm, kebiasaan, kemarin waktu kasus Ratna Sarumpaet juga gitu. Udah koar-koar komentar macem-macem, eh tahu-tahunya cuma hoaks. Minta maaf tetap tak bisa membendung nyinyiran mulut netizen loh. Nggak kapok?

Baca juga :
PSI Apresiasi Anies, Batal Oposisi?

Tapi untung kali ini Rizal nggak salah-salah amat. Hmm, lebih tepatnya nggak mau disalah-salahin amat. Dia bilang yield utang terbaru Indonesia kini sekitar 8,5%, tetap lebih tinggi dari Vietnam yang hanya 5-6%. Lebih dari itu, dia juga menegaskan kembali kalau substansi pernyataannya tetap benar, yakni utang dan bunga semakin tinggi.

Weleh, udah minta maaf pun masih merasa benar ya Pak? Hehehe.

Terlepas dari itu, bukan berarti pemerintah dan Kemenkeu bisa merasa aman ya. Kalau merujuk ke pernyataan Pak Rizal, utang kita tetap semakin tinggi. Kalau eike sih khawatir, kenapa Kemenkeu selalu santai-santai aja ya? Emangnya yakin bisa lunasin itu semua nanti? Eike cuma nanya ya. Hehehe. (E36)

Facebook Comments