Rizal Ramli Punya Kolam Susu

Rizal Ramli Punya Kolam Susu
Foto : Istimewa
3 minute read

“Bukan lautan hanya kolam susu, kail dan jala cukup menghidupmu. Tiada badai tiada topan kau temui, ikan dan udang menghampiri dirimu.” ~ Koes Plus, ‘Kolam Susu’


PinterPolitik.com

Ayah, katanya kita kaya. Katanya halaman kita subur, katanya kita sejahtera, katanya kita jawara di RW ini! Mana buktinya?” seorang anak tiba-tiba bertanya kepada ayahnya yang sedang asyik main hape. Sang ayah tampak cuek bebek mendengar pertanyaan anaknya itu.

“Kalau kita kaya, kok kita masih banyak hutang? Kalau halaman kita subur, kok kita masih banyak beli sayuran ketimbang tanam sendiri? Kalau sejahtera, kok masih banyak yang ngeluh? Ayah bohong ya?” desak si anak lagi.

Lelaki paruh baya itu meletakkan hanphone-nya sejenak. Sambil menyeruput kopi di gelas kaca, ia berujar lembut kepada sang anak.

“Tidak nak, itu semua benar kok, tapi….Hmm, semenjak Negara Api menyerang, ayah harus mengakui bahwa kekuatan ‘Avatar’ memang jauh lebih kuat!” Loh?


Gubbrakk.

“Maksud ayah, memang betul apa yang kamu bilang itu, tetapi nasi sudah menjadi bubur nak. Makan aja yang ada ya! Maksudnya ayah kamu harus wujudkan kembali kejayaan keluarga kita nak, ayah berharap kepadamu”, jawab sang ayah yang lagi termotivasi push rank. Ckckckck.

“Ayah! Kalau diajak ngomong jangan main mobile lenong terus dong! Pantes aja kita miskin terus!” seloroh bocah yang baru duduk di bangku SD itu.

Gengs, jangan ditiru ya kelakuan ayah zaman now itu. Mending lihat nih Prof. Rizal Ramli yang baru saja diundang menjadi pembicara di forum think tank di Amerika Serikat (AS) untuk memberikan pandangannya soal konstelasi kawasan. Bukan di undang Israel kok, tenang aja!

Baca juga :
DPR Melawan, Susi Tak Aman?

Ada yang berpendapat Prof. Rizal Ramli harus menjadi agen bangsa Indonesia yang bisa memainkan peran Indonesia di kancah global, tidak seperti pemimpin saat ini yang disebut lebih condong ke Tiongkok. Ihhhh serem.

Pak Rizal jangan mau jadi agen ya! Mending jadi distributor aja pak hehehe.

Katanya sih jangan lebih condong ke Tiongkok. Nah terus ke mana dong? Ke AS? Ke Inggris? Atau ke ‘uvu’uwekuwek ufu’uleule osas? Hehehe. Yang nggak ngerti negara terakhir, berarti kurang piknik di Youtube.

Indonesia memang merindukan dan menginginkan sosok pemimpin yang memiliki jiwa ksatria, perkasa dan tegas.

Kalau memang itu yang diinginkan gerakan #2019GantiPresiden yang sedang hangat di media sosial belakangan ini, maka mari kita dukung saja dan kita ajukan Thanos sebagai kandidat capres untuk 2019 hehehe.

Terkait hal tersebut, ada yang menarik dari ungkapan Prabowo Subianto: “Jangan kalian terlalu setia kepada orang, tapi kalian harus lebih setia kepada negara.” Hmm, semoga ya. (G11)