Remisi Ahok, Perlakuan Khusus?

Remisi Ahok Perlakuan Khusus
(doc: breakingnews.co.id)
2 minute read

Katanya Pak Ahok bakal dapat remisi saat natal. Apakah ini bentuk perlakuan khusus baginya?


PinterPolitik.com

“Terkadang kesendirian, membuat kita lebih tau akan makna hidup. Tak ada pertengkaran,tak ada kebohongan,tak ada keterpaksaan.”

(anonim)

Sendiri itu nggak enak. Waktu jadi melambat, malam makin panjang, rindu menjadi tak bertepi hingga pada akhirnya menyerah kalah pada rasa kecewa. Mungkin ini bakal terjadi pada orang yang memandang kesendirian sebagai beban.

Tapi, tentu akan berbeda maknanya bagi orang yang mengartikan kesepian secara positif. Kesepian malah dilihat sebagai ajang untuk merefleksikan diri, mengolah emosi untuk lebih matang dalam bersikap dan bertutur kata.


Mungkin ini juga dirasakan Pak Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, di awal penahanannya di Rumah Tahanan (Rutan)  Markas Komando Brigade Mobil (Mako Brimob) Kelapa Dua, Depok. Ia juga pasti mengalami kesepian. Lantaran harus rela berpisah dengan sanak keluarga selama dua tahun.

Tentu ini bukanlah hal yang mudah bagi seorang Ahok yang terkenal tempramen. Tapi, mau gimana lagi? Suka nggak suka, enak nggak enak, ia harus tetap survive untuk menjalaninya.

Kayaknya sekarang Pak Ahok udah terbiasa dengan kehidupannya sebagai seorang tahanan. Bahkan ia sendiri bilang kalo masa penahanan ini membantunya untuk merefleksikan diri, menjadi lebih sabar dan tenang.

Eh denger-denger katanya Pak Ahok akan dapat remisi 15 hari, saat perayaan natal tahun ini. Remisi tersebut masih dalam tahap rencana, tapi orang udah pada rame memberikan tanggapan. Ada yang mengklaim bahwa remisi tersebut sebagai bentuk pengistimewaan terhadap mantan Gubernur DKI Jakarta ini. Tapi, banyak juga yang setuju lho.

Yah, begitu lah, bagi orang yang membenci Ahok, pasti menuduh ia diperlakukan secara istimewa. Namun, bagi para Ahokers, remisi Ahok adalah sebuah berkah. Saya sendiri memilih untuk nggak memihak siapa-siapa. Saya hanya mau memandang soal remisi ini secara logis dan realistis.

Remisi tetap menjadi hak bagi setiap orang yang menjalani masa penahanan di penjara. Pemberian remisi pun nggak asal-asalan. Intinya seorang tahanan udah melewati masa 6 bulan, selalu berkelakuan baik dan tidak pernah melanggar tata tertib di dalam penjara. Kalau Pak Ahok memenuhi syarat-syarat ini, maka ia layak dong mendapat remisi. Ya nggak? (K-32)