Relawan Anies Antri ‘Minta Jatah’

Relawan Anies ‘Antri Minta Jatah'
Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan dan Sandiaga Salahuddin Uno. (Dream.co.id)
2 minute read

“Rene mengikuti proses seleksi (Komisaris Utama Ancol) secara terbuka dan juga panitia seleksinya memang kita berikan kesempatan untuk independen.” ~ Sandiaga S. Uno


PinterPolitik.com

Kontestasi politik dalam memenangkan salah satu calon kandidat, kendatinya pasti dibantu oleh tokoh – tokoh dan relawan yang menjadi kreator pemenangan.

Makanya tak aneh kalau sebagai ucapan terimakasih karena sudah menang, para tokoh yang berada dibalik layar itu nantinya akan diposisikan sebagai Komisaris, Direktur, atau jabatan strategis lainnya.

Hal itu juga sangat mungkin terjadi pada kemenangan yang mengantarkan Anies Baswedan dan Sandiaga Salahuddin Uno, menuju singgasana Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta.

Relawan bersusah payah mengkampanyekan Anies – Sandi hingga kemenangan bisa direbut. Tapi apa yang Anies – Sandi berikan kepada relawan? Weleeh weleeeh.

Makanya, suatu kewajaran kalau ada yang menyebut Anies – Sandi punya utang budi dengan para relawan. Ehmm, kalau namanya utang berarti harus dibayar dong, weleeh weleeeh.

Tapi, bagaimana cara Anies – Sandi membalas budi perjuangan para relawan? Memberikan jabatan strategis? Bagi – bagi kue kekuasaan dong?

Mari kita cermati saja pergerakannya Anies – Sandi secara seksama. Sebutlah isu yang sempat kontroversial tentang Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP).

TGUPP era Anies – Sandi memiliki jumlah yang fantastis sekitar 73 orang dan tidak lupa dengan gaji yang sangat besar.

Ehmm, ada suara sumbang yang mengatakan dijadikan sebagai wadah para relawan Anies – Sandi. Wedeew, inikah cara Anies – Sandi mengakomodir para relawan?

Ehm, enak juga ya jadi relawan kalau yang diusungnya menang bisa dapat jabatan strategis, tapi sebenernya gimana kapasitasnya itu mumpuni ga kalau memegang suatu jabatan tertentu? Weleeeh weleeeh.

Ternyata, pengakomodiran para relawan Anies – Sandi tak hanya berhenti di TGUPP. Kini, Anies – Sandi baru saja mengangkat Rene Suhardono Canoneo sebagai komisaris utama Ancol dan Geisz Chalifah sebagai komisaris.

Usut punya usut, dua orang ini menjadi bagian dari tim sukses Anies – Sandi. Mungkin setelah menunggu cukup lama, kini akhirnya mendapat giliran dapat jabatan strategis, weleeeh weleeeh.

Kalau dari latarbelakang, Rene itu berprofesi sebagai penulis, sedangkan Giesz berprofesi sebagai budayawan. Nyambung dengan menjadi Komisaris Ancolnya itu di mananya ya? Uhuukk uhuuuk.

Kira – kira apa yang membuat dua tokoh ini dipertimbangkan dan lolos dari seleksi? Apalagi kata Sandiaga, seleksinya oleh pihak yang independen, ehmm, jadi ini jabatan ‘titipan’ atau bukan? Kayaknya sih, ehmm.

Mungkin benar ya apa yang dikatakan Joseph Rio Jovian Haminoto, bahwa tidak ada satu pun di dunia ini yang gratis atau setidaknya tanpa pamrih.

Relawan itu rela berkawan asalkan dapat jabatan ya? Weleeeh weleeeh. (Z19)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here