Rektor Asing, Jurus Politik Jokowi

Rektor Asing, Jurus Politik Jokowi
(Foto: Universitas Kristen Indonesia)
2 minute read

“Saya ditanya presiden, apa sudah siap jalan? Saya bilang siap Pak, kita jalankan saja tahun 2020. Dan presiden sangat setuju, makanya semua regulasi yang menghambat diubah dulu.” – Mohamad Nasir, Menristekdikti


PinterPolitik.com

Kalian dedek-dedek mahasiswa pada sadar nggak sih kalau lagi ada polemik besar di dunia akademisi?

Soalnya Menristekdikti Mohamad Nasir berencana mendatangkan rektor dari luar negeri untuk pimpin PTN di Indonesia.

Wacananya sih nggak cuma rektor asing aja, tapi dosen asing juga mau didatengin. Lha. Emangnya Indonesia itu kekurangan sumber daya manusia ya? Kok rektor aja sampe mau diimpor juga. Hehehe.

Ada yang bilang sih ini dilakukan supaya PTN di Indonesia masuk ke peringkat 100 besar dunia. Terus juga Menristekdikti tuh mau tiru strategi Nanyang Technological University (NTU) di Singapura.


Tapi emangnya yakin kalau rektor asing masuk ke Indonesia bisa meningkatkan akselerasi PTN Indonesia di mata dunia?

Meskipun metode itu sukses di Singapura, nggak jadi jaminan juga kalau itu diterapkan di Indonesia akan menghasilkan hal yang sama.

Soalnya kan keberhasilan sebuah PTN nggak hanya ditentukan oleh faktor rektor dan dosennya aja. Banyak yang bilang fasilitas, birokrasi kampus, bahkan mahasiswanya juga harus dibenahi juga.

Usut punya usut, rupanya rencana mendatangkan rektor asing ini sudah disetujui oleh Pak Jokowi loh.

Hmm. Aing jadi curiga nih. Kayaknya lagi ada bentrokan nih antara Forum Rektor Indonesia (FRI), makanya Jokowi mau mengimpor rektor dari luar negeri? Uppps.

Apalagi kalau inget tentang isu politisasi kampus di Pemilu 2019 kemarin. Kan bisa panas terus kalau nggak berhenti-berhenti.

Nah jangan-jangan, Jokowi takut nih kalau kaum intelektual nggak berpihak ke dia lagi, makanya berusaha mendatangkan rektor asing untuk menetralkan suasana politik dari dalam kampus-kampus.

Eh. Kayaknya pemikiran aing kejauhan ya. Maaf deh aing anaknya emang suka ngayal. Hehehe. Mungkin biar gejolak dan isu-isu macam radikalisme juga bisa diminimalisir ya di kampus-kampus negeri. Uppps. (R50)

Mau tulisanmu terbit di rubrik Ruang Publik kami? Klik di http://bit.ly/ruang-publik untuk informasi lebih lanjut.

Facebook Comments