Ratna Sarumpaet: Jokowi Buta Pancasila!

Foto : Istimewa
2 minute read

“Lebih baik tidak tahu apa-apa daripada tahu banyak hal tapi hanya setengah-setengah.”


PinterPolitik.com 

Adanya kesamaan platform antara perjuangan Gerakan Selamatkan Indonesia (GSI) dengan kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, menjadi dasar kuat bagi GSI untuk mati-matian memenangkan pasangan tersebut.

Widih keras, memangnya apa sih platformnya sist? Jadi penasaran nih eyke, jangan bilang kesamaannya itu adalah mau jadi makelar proyek lagi ahahaha. Bercanda ya sist.

Oh ternyata sist, sekarang ini kan ada dua pasangan calon yang bakal bertarung di Pilpres 2019 nanti. Nah kalau GSI percaya betul tuh yang menyadari bahwa Pancasila serta UUD 1945 itu perlu ada pembenahan, dan yang memiliki kemampuan dan niat sunguh-sunguh itu adalah kubu Prabowo. Eh, sist ini kata-katanya Ratna Sarumpaet loh ya, bukan eyke yak.

Setelah UUD 1945 diamandemen sebanyak empat kali antara tahun 1999-2002, ternyata membuat GSI berpendapat bahwa saat ini UUD 1945 sudah tidak layak ada lagi. Weleh-weleh, siapa di antara kalian yang sepakat dengan pernyataan doi nih?

Nah maka dari itu sist, GSI yang mengusung gerakan kembali ke UUD 1945 dengan mengembalikan naskah asli itu melihat potensi kubu Prabowo dalam memperjuangkan itu. Sehingga Ratna yakin, pasangan Prabowo-Sandi akan menjadikan program GSI ini sebagai programnya juga.

Katanya gengs, mereka sudah punya gentle agreement dari percakapan-percakapan mereka soal perjuangan kembali ke UUD 1945 versi asli. Wih keras ya, tapi yakin nih bukan sekedar wacana? Yakin nih bisa merubah semua rancangan UU yang mengacu ke UUD 1945?

Hmmm, rancangan UU terorisme aja enggak kelar-kelar, ini lagi yak mau balikin UUD 1945. Seperti kurang yakin gitu deh eyke. Kalau menurut kalian gimana? Wkwkwkw.

Nah ini yang enggak kalah penting sist, bagi Ratna kubu Jokowi itu kendati sering melontarkan jargon Pancasila, tetapi menurutnya tidak mengerti substansinya. Jokowi buta Pancasila menurut doi.

Duh kayaknya eyke sepakat deh. Eh tapi yang sepakat itu soal statement Pancasila aja ya, bukan sepakat ganti presiden atau tetap Jokowi presidennya. Ahahaha.

Oh iya sist, buat kalian yang sering kecewa dengan janji-janji politik yang kebanyakan hanya sekedar menjadi angin lalu, mending baca deh ungkapan dari Friedrich Nietzsche berikut ini. Kali aja kan rasa kecewa kita bisa hilang sedikit demi sedikit ehehehe:

“Apabila ada orang yang berbuat jahat kepadamu, maka jangan balas dengan kebaikan, karena itu akan membuatnya malu. Maka tunjukkan kalau sesungguhnya dia telah melakukan hal yang benar kepadamu.” (G35)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here