Ramalan Suram Partai Politik

Ramalan Suram Partai Politik
Ilustrasi. (Foto: Nurul Islam)
2 minute read

“Kalau seluruh orang ini masuk parpol lalu menularkan virus kebaikan, besok republik ini akan menjadi baik.” ~Ganjar Pranowo


PinterPolitik.com

Indonesia bagaikan negeri imajiner yang hampir tidak mungkin ada karena perbedaan suku bangsanya yang terlalu pekat. Namun lihatlah, hingga kini kita masih ada dalam satu kesatuan yang nyata. Bukankah itu patut disyukuri?

Ya, perbedaan merupakan sebuah anugerah. Karenanya kita memiliki kekayaan yang berlimpah, tidak hanya suku, budaya, bangsa, tetapi juga partai politik beserta para politisinya yang cerdas-cerdas. Bangga, kan? Tepuk tangannya dulu dong! Prok…prok…prok.

Kalian suka bertanya-tanya nggak sih? Kok di Indonesia banyak banget partai politik? Bingung ah milihnya. Lagian emang ada yang bersih? Edededeh, pedih amat omongannya. Wkwkwk..

Demi dapat memayungi keberagaman di negeri ini, bisa saja sistem multipartai merupakan pilihan yang tepat. Bayangin gaes, dari banyaknya partai politik yang ada sekarang aja, belum tentu dapat menampung semua aspirasi masyarakat. Maklumlah, kadang partai baru terbangun dari rasa patah hati akibat didepak partai lama. Uwuwuwuw.

Kalian suka bertanya-tanya nggak sih? Kenapa Indonesia punya banyak partai politik? Emang ada gunanya? *Ups Click To Tweet

Tapi nih gaes, konon penetapan aturan ambang batas parlemen yang naik menjadi 4% dapat mengancam kehidupan partai. Diramalkan hanya akan ada 5 partai yang bisa lolos ke Senayan. Terus yang lain? Siap-siap terkubur deh.Makanya, pemilu tahun 2019 nanti merupakan medan perang yang sengit sekaligus menjadi kuburan massal bagi partai-partai menengah ke bawah.

Founder ARC Hasanuddin Ali dalam paparannya di Hotel Oria, Jakarta, Minggu (26/8/2018) menyebut, lima partai yang lolos antara lain PDIP dengan 26,1 persen suara, partai Gerindra sebesar 18,7 persen, Golkar sebesar 7,8 persen, Partai Demokrat dengan 5,5 persen, dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) sebesar 5,4 persen suara.

Sedangkan parpol lainnya masih berada di bawah 4 persen. Misalnya Partai Nasdem sebesar 3,9 persen, PPP sebesar 3,2 persen, PKS sebesar 3,0 persen, PAN sebesar 2,7 persen, dan Perindro sebesar 1,8 persen. Nah, kalau partai-partai yang nggak disebutkan, diperkirakan hanya akan memperoleh kurang dari 1 persen suara. Uwuwuwuw, kecian anet yaaa

Hasanuddin menjabarkan kalau ada 19,7 persen responden yang belum memutuskan. Survei dilakukan pada 12-18 Agustus 2018 dengan menggunakan multistage random sampling dengan melibatkan 1500 responden berusia 17 tahun ke atas di seluruh provinsi Indonesia. Margin of error 2,53 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

Melihat hasil riset di atas menurut kalian bagaimana? Ikhlas nggak kalau harus kehilangan banyak parpol? Atau mau dibikin sistem dua partai kayak Amerika Serikat? Hayooo. (E36)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here