Ramalan Sakti Mbah Prabowo

jakarta tenggelam 2025
Prabowo Subianto. (Foto: BreakingNews.co.id)
2 minute read

“Yang diperlukan agar dunia tetap selaras hanyalah bila semua makhluk mengikuti hukum alam.” ~Paulo Coelho


PinterPolitik.com

Sepertinya sudah menjadi tugas calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto untuk meramalkan berbagai kemungkinan buruk yang mungkin terjadi di negeri ini. Setelah meramalkan 2030 Indonesia bubar, kini Prabowo menyebut 2025 Jakarta tenggelam.

Waduw, udah kayak Mbah Mijan aja nih suka ngeramal-ngeramal. Ngomong-ngomong Pak Prabowo bisa sekalian ngeramalin jodoh aku nggak?

Ehh iya, meski jago ngeramal, Pak Prabowo kan bukan Mbah Mijan yang bisa meramal menurut wangsit dan bisikan-bisikan ghaib, tapi berdasarkan data-data ilmiah. Bukan sulap, bukan sihir gaes.

Balik ke soal ramalan terbaru Prabowo ya gaes. Kata doi, air laut dari kawasan Tanjung Priok bisa sampai ke Kempinski, Grand Hyatt, Bundaran HI karena efek dari perubahan iklim. Duhh, nggak kebayang deh 2025 kalau mau ke mall gimana, masa harus pake baju renang? Alamak~

Jakarta kebanjiran sudah biasa. Kalau Jakarta tenggelam, apa rela? Click To Tweet

Dari zaman SMP, aku sudah sering denger tuh, soal pemanasan global. Nah, sekarang Prabowo sudah mulai menunjukkan tanda-tanda dampak dari isu lingkungan tersebut gaes. Salah satunya ya dari naiknya air laut tersebut.

Karena bumi kita kini semakin panas, es di kutub utara jadi mencair. Karena itu air laut diperkirakan bertambah 50 cm per tahun. Fenomena inilah yang mulai terasa di Jakarta, khususnya di kawasan pesisir seperti Tanjung Priok. Ngeri nggak tuh?

Duh, makannya gaes, jangan pacar aja yang dipeduliin, alam semesta juga jangan lupa dong. Terus juga kalau buang mantan jangan sembarangan. Nggak liat kemarin ada berita paus mati karena kebanyakan makan mantan? Ehhh, maap maksudnya makan sampah. Ckckck, typo yang sungguh ter-la-lu.

Tapi ini serius loh gaes, kita harus benar-benar menjaga lingkungan. Prabowo mengaku warga Priok sekarang seperti tinggal di atas genangan air karena air laut sudah masuk ke dalam rumah mereka.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimulyono mengaku setuju dengan pernyataan Ketua Umum Partai Gerindra tersebut. Makannya, kini pemerintah sedang gencar-gencarnya mendorong program National Capital Integrated Coastal Development (NCICD) alias tanggul raksasa di laut utara Jakarta untuk mengatur ketinggian air laut yang berhadapan langsung dengan daratan Jakarta. (E36)