Rachmawati Buka “Kedok” Megawati

Rachmawati Buka “Kedok” Megawati
Rachmawati membuka kedok Megawati (foto: Tribunnews.com)
3 minute read

“Persaudaraan untuk Indonesia lebih penting daripada kompetisi dan kekuasaan”. – Maruarar Sirait


Pinterpilitik.com

Apa jadinya kalau hanya karena politik, sebuah keluaga jadi saling menjauh, membenci, bahkan mencaci dan membuka aib saudaranya? Biasanya hal itu terjadi di tataran masyarakat bawah ya. Mereka hanya menelan mentah-mentah informasi yang beredar, sehingga muncul mispersepsi. Nah ketika konflik horizontal seperti itu mulai meluas, biasanya para elitelah yang akan bertugas mendinginkan suasana.

Rachmawati membuka aib kakaknya sendiri, Megawati. Doi mengatakan bahwa yang makar itu Megawati ketika di era Abdurrahman Wahid alias Gus Dur kerena berkonspirasi menjatuhkannya, bukan Kivlan Zen. Click To Tweet

Tapi gengs, gimana jadinya kalau yang mengalami konflik keluarga itu bukan masyarakat bawah, tetapi malah terjadi di dalam tubuh salah satu elite penting di Indonesia? Siapa nih nanti kira-kira yang berani datang seperti pahlawan dan mendinginkan suasana? Superman? Batman? Spiderman? Atau Aquaman? Kebetulan galon lagi kosong nih bang. Hehehe.

Nah, ini terjadi dalam isu makar yang sekarang lagi jadi topik bahasan teratas di politik Indonesia. Mungkin penyebabnya karena tensi politik yang terus meninggi, sehingga Rachmawati Soekarnoputri sebagai Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, membuka aib kakaknya sendiri, Megawati Soekarnoputri. Doi mengatakan bahwa yang makar itu Megawati ketika di era Abdurrahman Wahid alias Gus Dur dulu, bukan Kivlan Zen saat ini.

Rachma bilang bahwa Mega telah membangkang kepada perintah Gus Dur.

Ceritanya gini gengs, Gus Dur sebelumnya telah menyepakati untuk melantik Chaeruddin Ismail sebagai Kapolri. Tetapi di tengah perjalanan, Megawati sebagai Wakil Presiden malah melakukan tindakan yang bersifat subordinatif dengan melantik Surojo Bimantoro.

Beh, kalau seperti ini sih emang repot juga ya. Namanya tidak melaksanakan perintah presiden dan malah mengelabuinya. Kalau kata milenial zaman sekarang, Megawati sudah “menikung” Gus Dur yang pada saat itu menjabat sebagai presiden.

Baca juga :
Andre Taulany Terancam Politisasi Agama?

Tidak hanya itu loh yang diungkap oleh Rachmawati, doi juga mempertanyakan penegakan hukum yang tumpul. Padahal saudaranya yang lain, Sukmawati, sebelumnya terjerat kasus penistaan agama, tetapi tiba-tiba hilang bagai ditelan bumi cuy.

Hmm, aneh ya keluarga yang satu ini. Bukannya saling melindungi, malah saling ingin memenjarakan. Hadeh. Belajar dong sama The Kardashians. Hehehe.

Meski berbeda partai, yang menjadi pertanyaan, kenapa ya kok tiba-tiba adik Megawati ini membuka aib kakaknya sendiri? Terlebih mereka masih saudara kandung cuy. Apa karena urusan masa lalu yang belum terselesaikan dengan tuntas? Soalnya memang Rachmawati dulu sangat mengecam tindakan Megawati cuy. Doi menilai bahwa Mega dengan sengaja berkonspirasi untuk melengserkan Gus Dur. Upppsss.

Wah, kira-kira gimana ya sikap PKB? Semoga masih bisa mengontrol emosi dan tidak ikut-ikutan ya gengs. Bisa terjadi Perang Baratayuda nih kalau para loyalis Gus Dur turun tangan. Sayangnya yang berkuasa di partai sekarang Cak Imin. Doi kan, ah hanya Tuhan yang tahu. Hehehe. (F46)

Facebook Comments