Putri Cendana dan Raja Minyak

swasembada pangan orba
Titiek Soeharto. (Foto: Tempo.co)
2 minute read

“Inilah sebuah kisah penuh drama dari sebuah negeri yang amat lucu.”


PinterPolitik.com

Di suatu di sebuah negeri yang sedang digoncang-ganjing berita hoaks dan netijen halu, hidup seorang perempuan pemberani bernama Titiek Soeharto. Sebagai putri bekas orang berkuasa di negeri ini, Titiek ternyata masih menyimpan hasrat dalam urusan politik.

Setelah ayahnya turun tahta dan meninggal dunia, Putri Cendana bersama saudara-saudaranya seakan kehilangan pengaruh. Mereka pun mendirikan kelompok berkarya yang diharapkan dapat berkuasa di negeri tersebut.

Putri dan Raja tidak melulu cocok dan bahagia Click To Tweet

Suatu hari, Putri Cendana tersebut menyampaikan kegelisahannya kepada para pendukungnya. Ia merasa kian hari negeri yang ia cintai semakin lucu, oleh karena rajanya yang dipandangnya tidak becus.

Di depan pendukungnya, ia seperti tengah memberikan gambaran bahwa pemimpin saat ini penuh dengan dusta. Sang putri mengingatkan pendukungnya untuk merasa kalau kesenjangan antara si kaya dan si miskin makin melebar? Yang kaya makin kaya, yang miskin makin menderita.

Putri Cendana pun melanjutkan, “Sekarang harga-harga makin melambung. Kami para perempuan jadi bingung untuk mengatur uang belanja. Sekarang uang sebesar Rp 50 ribu bisa dapat apa?” Pertanyaan itupun kemudian dijadikan sayembara.

Tak selang beberapa hari, seorang pria membawa keranjang penuh dengan bahan belanjaan. Konon ia berbelanja tempe seharga Rp1.000, beras kualitas super dan telur Rp21.500, bayam dan kangkung Rp2.500, ayam 1/4kg Rp8.000, serta cabai dan satu bahan lain Rp4.000. Total semua belanjaannya hanya menghabiskan Rp46.000.

Tahu siapa yang menjawab sayembara itu? Ruhut Sitompul yang di sinetron dikenal sebagai seorang raja minyak. Waduh, kok sayembaranya bisa dijawab dengan mudah? Tunggu, si Raja Minyak ini ada di kubu mana? Ya, di kubunya pemerintah sekarang.

Waduh, gimana nih Bu Titiek? Masa sayembaranya dijawab sama pendukung penguasa sekarang? Bu Titiek sudah ke pasar lihat-lihat harga? Wah, ini sih bisa bahaya buat masa depan Bu Titiek, bisa digoreng terus isu ini sama kubu sebelah.

Mungkin, harus mulai lebih rajin lagi turun ke lapangan. Jangan sampai masih merasa seperti dulu, masih jadi putri orang paling berkuasa. Ya, semoga Bu Titiek bisa memberi sayembara lain yang si raja minyak gak bisa menjawabnya. (E36)