PSI, Partai Baru Nyelekit

PSI, Partai Baru Nyelekit
Istimewa
3 minute read

“Sekadar nasihat untuk Sekjen PSI, bukalah mata Anda. Jangan seperti katak dalam tempurung yang memberi pernyataan bagaikan orang dungu.” ~ Ketua DPP Partai Gerindra, Nizar Zahro.


PinterPolitik.com

Menjadi pemain baru apa pun pilihan kontestasinya pastilah tidak mudah. Akan ada saja terpaan badai yang siap menerjang di awal kedatangannya. Begitu pula dalam dunia politik, partai baru harus pintar-pintar memainkan perannya agar tidak membuat partai senior merasa geram. Kalau masih ngebandel, ya siap-siap aja dipites kayak kutu. Hahaha.

Tapi rumusan tersebut sepertinya gak diindahkan oleh Sekretaris Jenderal Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Raja Juli Antoni. Sebagai partai baru, kader-kader dalam partai ini memang sudah terkenal kritis terhadap lawan politik yang memiliki pandangan berseberangan. Kritikannya nyelekit kayak kripik pedes level mentok. Ngeselin sampe bikin bibir dower.

Seperti halnya yang dicuwitkan Raja Juli dalam twitternya baru-baru ini. Dalam cuwitannya tersebut, Raja Juli mengkritik pidato Prabowo Subianto mengenai Indonesia yang akan diramal bubar pada 2030. Dia mempertanyakan dari mana data ilmiah sumber pidato itu? Lha padahal udah tau dari novel. Kalau masih kepo ya tanyain aja langsung sama yang bikin.

Kalau saja Raja Juli stop bertanya sampai di situ, mungkin Warganet yang Prabowo lover gak akan sebanyak ini ramai-ramai menghujat akun Sekjen PSI itu. Buntut dari kalimat cuwitannya itu loh yang pedes. Dia menduga-duga, kalau data pidato itu berasal dari ‘kandang kuda’. Jangankan Warganet, kalau penulis novelnya tau, pasti juga udah diamuk nih orang, buahahaha.

Raja Juli bersama PSI nya ini, bagaikan mahasiswa baru yang tengil dan gak tau diri saat berhadapan dengan para mahasiswa senior tahun akhir. Jadi wajar aja lah ya kalau kemudian Raja Juli disembur sama Ketua DPP Partai Gerindra, Nizar Zahro. Lagian sih, sok-sok cuat-cuit segala. Partai baru mah diem aja duduk manis, nonton yang senior main.

Baca juga :  Survei INES Pelipur Lara Prabowo

Nizar beranggapan bahwa pernyataan yang disampaikan sama Raja Juli ini merupakan refleksi sikap bebal dan dungu. Buktinya, dia tiba-tiba menyerang tanpa menyimak secara utuh dari pidato Pak Prabowo. Pidato Prabowo memang berdasarkan novel ‎Ghost Fleet karya Peter W. Singer dan August Cole. Oleh sebab itu, harusnya Raja Juli mengetahui jika orang asing sudah berani mencari data tentang negara Indonesia. Aya aya wae ah ini mah.

Padahal ya, penulis novelnya sendiri Peter W. Singer sudah menjelaskan kalau buku itu hanya sebuah fiksi belaka dan tidak ada unsur prediksi sama sekali. Toh dalam novel ini, Indonesia cuma jadi pemandu sorak, karena novel ini lebih menceritakan tentang perang antara Amerika Serikat, Tiongkok, dan Rusia. Lha, terus data Indonesia bubar 2030 itu dari mana dungs? Novelnya aja gak bilang gitu. Jangan-jangan bener diambil dari kandang kuda? Jiah cape deh. (K16)

Share On